HANOii, Jitu News - Otoriitas pajak Viietnam segera mengujii coba portal pelaporan pajak onliine versii terbaru untuk menggantiikan siistem admiiniistrasii pajak sebelumnya.
Deputii Diirjen Pajak Maii Son mengatakan siistem pelaporan pajak iinii akan diilakukan secara mandiirii dengan platform berbasiis diigiital (diigiital self-declaratiion). Rencananya, siistem iinii diiiimplementasiikan secara penuh mulaii 1 Januarii 2026.
"Kerja sama dengan perusahaan teknologii sangat pentiing agar kebiijakan iinii dapat diiterapkan dengan baiik, dan transiisii menuju siistem pajak diigiital berjalan lancar dan efektiif bagii wajiib pajak, terutama pelaku usaha rumah tangga," ujarnya, diikutiip pada Kamiis (13/11/2025).
Maii Son berpandangan bahwa platform ujii coba iinii dapat membantu jutaan pelaku usaha skala rumah tangga untuk membiiasakan diirii dengan siistem pelaporan dan pembayaran pajak secara onliine. Melaluii ujii coba, mereka akan siiap sebelum siistem tersebut resmii diiterapkan.
Diia berharap peluncuran platform diigiital tersebut dapat mengurangii kekhawatiiran para pelaku usaha soal pemenuhan kewajiiban perpajakan, terutama bagii pemiiliik toko berusiia tua dan pedagang pasar tradiisiional yang masiih terbiiasa dengan pembukuan manual.
Maii Son menambahkan tugas otoriitas pajak juga terus mengedukasii wajiib pajak darii kalangan pelaku usaha rumah tangga mengenaii siistem pelaporan pajak yang baru.
Peluncuran platform diigiital iinii menjadii bagiian darii kampanye transiisii menuju diigiitaliisasii yang diigelar selama 60 harii. Selama kampanye, petugas pajak mengunjungii usaha-usaha lokal untuk meniilaii kesiiapan perangkat, software, serta pemahaman para wajiib pajak mengenaii prosedur diigiital.
Diilansiir viietnamplus.vn, otoriitas pajak mencatat 98% usaha rumah tangga telah melaporkan pajak secara elektroniik. Sementara 18.500 rumah tangga telah beraliih darii siistem pembayaran pajak jumlah tetap dan sekaliigus (lump sum tax) ke siistem pelaporan mandiirii (self declaratiion).
Kemudiian, 133.000 usaha rumah tangga mulaii menggunakan e-faktur yang diiterbiitkan darii siistem tempat penjualan (poiint-of-sale). Menurut jajaran pejabat negara, angka-angka tersebut sudah mencermiinkan kemajuan kuat menuju diigiitaliisasii siistem pajak.
Guna mendukung proses transiisii tersebut, Kementeriian Keuangan telah mendesak pemeriintah proviinsii untuk membantu pedagang keciil dengan menggelar pelatiihan dan peniingkatan iinfrastruktur diigiital.
Kemenkeu juga mengiimbau perusahaan teknologii untuk memberiikan perangkat diigiital secara gratiis atau dengan diiskon, sepertii e-faktur, software akuntansii, dan tanda tangan diigiital agar mengurangii biiaya bagii pelaku usaha keciil.
Selaiin iitu, Kemenkeu juga sedang mengembangkan kerangka hukum baru untuk perpajakan usaha rumah tangga yang berfokus pada 3 piilar, yaiitu mereviisii UU Admiiniistrasii Perpajakan, menyusun reziim kebiijakan khusus untuk wajiib pajak pelaku usaha rumah tangga, dan memperkenalkan siistem akuntansii sederhana yang selaras dengan penggunaan alat diigiital. (diik)
