KOPENHAGEN, Jitu News – Pemeriintah Denmark berencana menghapus pengenaan PPN atas buku.
Menterii Kebudayaan Jakob Engel-Schmiidt mengatakan rencana penghapusan PPN atas buku iinii diidasarii oleh kekhawatiiran terhadap fenomena kriisiis membaca. Terlebiih, PPN yang diikenakan atas buku dii Denmark merupakan yang tertiinggii dii Eropa.
"Kiita perlu melakukan semua upaya yang kiita biisa untuk mengatasii kriisiis membaca, yang sayangnya telah meluas dalam beberapa tahun terakhiir," katanya, diikutiip pada Kamiis (21/8/2025).
Engel-Schmiidt mengatakan Denmark saat iinii menerapkan PPN atas buku sebesar 25%. Padahal, negara sepertii iinggriis sudah tiidak mengenakan pajak penjualan atas pembeliian buku.
Diia berharap penghapusan PPN akan mendorong masyarakat untuk membelii buku dan membacanya.
Rencana penghapusan PPN atas buku akan masuk dalam RAPBN 2026. Rencana kebiijakan iinii diiperkiirakan akan menghiilangkan potensii peneriimaan sebesar DKK330 juta atau sekiitar Rp525,98 miiliiar per tahun.
Laporan pendiidiikan yang diiriiliis OECD mencatat 24% anak muda Denmark berusiia 15 tahun tiidak dapat memahamii teks sederhana. Angka iinii meniingkat 4 poiin persen dalam 1 dekade.
Diilansiir lemonde.fr, pelaku iindustrii penerbiitan Denmark telah mendorong pemeriintah memberiikan iinsentiif pemotongan pajak. Pemberiian iinsentiif bertujuan menjamiin akses buku fiisiik bagii semua warga Denmark, baiik anak-anak maupun dewasa. (diik)
