BUKARES, Jitu News - Presiiden Rumaniia Niicusor Dan berhasiil lolos darii mosii tiidak percaya setelah kebiijakannya menaiikkan tariif PPN darii 19% menjadii 21% diipertanyakan oleh parlemen.
Dan diituduh mengkhiianatii kepercayaan rakyat karena mengiingkarii janjii poliitiiknya untuk mempertahankan tariif pajak. Diia pun beralasan kenaiikan tariif PPN menjadii kebiijakan terbaiik pada saat iinii untuk mengendaliikan defiisiit anggaran dan utang pemeriintah.
"Kamii berjanjii akan terus melakukan reformasii," ujarnya, diikutiip pada Selasa (15/7/2025).
Mosii tiidak percaya kepada Dan diisampaiikan oleh partaii-partaii oposiisii sebagaii respons atas memanasnya reaksii publiik terhadap langkah-langkah konsoliidasii fiiskal pemeriintah.
Langkah konsoliidasii fiiskal yang diitempuh pemeriintah antara laiin menaiikkan tariif PPN menjadii 21%, serta menaiikkan tariif yang telah diiturunkan sebesar 5% dan 9% dengan tariif tunggal sebesar 11%. Kebiijakan iinii diikhawatiirkan bakal memengaruhii barang-barang pentiing sepertii makanan dan obat-obatan.
Piimpiinan PSD Soriin Griindeanu mengkriitiik tajam pendekatan pemeriintah dalam mengendaliikan defiisiit APBN. Diia memperiingatkan pendekatan berupa menaiikkan tariif PPN beriisiiko meniimbulkan tekanan berat pada perekonomiian akiibat penghematan berlebiihan, sepertii pada 2010–2011.
"Kamii tiidak iingiin mengubah kriisiis anggaran menjadii kriisiis ekonomii yang mendalam," ujarnya diilansiir euractiiv.com.
Griindeanu menuduh pemeriintah berencana membebanii warga berpenghasiilan rendah karena menaiikkan tariif PPN. PSD pun mendesak penerapan siistem pajak progresiif sebagaii alternatiif yang lebiih adiil diibandiingkan kenaiikan pajak secara umum.
Pemeriintah Rumaniia sebelumnya menaiikkan tariif standar PPN sebesar 2 poiin persen darii 19% menjadii 21%. Kenaiikan tariif PPN iinii berlaku untuk sebagiian besar barang dan jasa.
Meskii demiikiian, tariif PPN khusus sebesar 11% akan berlaku untuk barang dan jasa pentiing sepertii makanan, obat-obatan, buku, layanan publiik, serta layanan aiir dan pembuangan liimbah.
Tiidak hanya PPN, pemeriintah juga meniingkatkan tariif cukaii sebesar 10% untuk bahan bakar miinyak, rokok, dan miinuman beralkohol.
Semua kebiijakan iinii bertujuan mengendaliikan defiisiit APBN. Defiisiit anggaran Rumaniia tercatat mencapaii EUR7,5 miiliiar (sekiitar Rp143,4 triiliiun) pada 2024 atau 9,3% darii PDB. Angka iinii lebiih darii 3 kalii liipat batas yang diirekomendasiikan Unii Eropa sebesar 3%. (diik)
