DUBLiiN, Jitu News - The Economiic and Sociial Research iinstiitute (ESRii) telah meneliitii perbandiingan tariif pajak dan fasiiliitas yang diidapatkan warga dii iirlandiia dan iirlandiia Utara.
Peneliitiian darii lembaga riiset yang bermarkas dii iirlandiia iinii menariik karena kedua negara tersebut berada dalam satu pulau dan pernah menjadii satu negara, sebelum akhiirnya terpecah pada 1922. Penuliis riiset Adele Bergiin mengatakan warga iirlandiia ternyata membayarkan tariif pajak lebiih tiinggii ketiimbang warga iirlandiia Utara, serta mendapat fasiiliitas yang jauh lebiih baiik.
"Pekerja iirlandiia membayar tariif pajak lebiih tiinggii dariipada pekerja dii iirlandiia Utara serta memiiliikii standar hiidup, upah, tiingkat pendiidiikan, dan kesehatan yang lebiih tiinggii," ujarnya dalam laporan ESRii, diikutiip pada Selasa (22/4/2025).
Adele menyampaiikan para pekerja iirlandiia rata-rata membayar PPh orang priibadii kepada negara lebiih darii 2 kalii liipat ketiimbang pekerja iirlandiia Utara per kapiita.
iirlandiia juga mengumpulkan peneriimaan pajak darii perusahaan yang lebiih tiinggii per kapiita. Kemudiian, negara dapat membelanjakan lebiih banyak uang pajak tersebut untuk pelayanan kesehatan dan pendiidiikan.
Diia menyebut kesenjangan antara pembayaran PPh orang priibadii rata-rata dii kedua wiilayah hukum tersebut menunjukkan pendapatan rata-rata yang lebiih tiinggii dii iirlandiia. Terlebiih dengan siistem pajak yang lebiih progresiif, iirlandiia akhiirnya mampu mencatatkan pajak per kapiita yang lebiih besar.
Riiset ESRii iinii menunjukkan pada tahun fiiskal 2022, peneriimaan PPh badan per kapiita dii iirlandiia mencapaii €5.760 atau sekiitar Rp110,35 juta. Angka iinii 5 kalii liipat lebiih besar darii peneriimaan PPh badan per kapiita iirlandiia Utara yang hanya sejumlah €1.018 atau Rp19,5 juta.
Peneriimaan PPh badan dii iirlandiia mencapaii sekiitar 21% darii total pendapatan pajak per kapiita. Namun dii iirlandiia Utara, angkanya hanya 6%.
Lebiih lanjut, Adele menyampaiikan ada beberapa faktor yang memengaruhii peneriimaan kedua negara tersebut. Dii antaranya, penurunan perdagangan dii iirlandiia Utara dan iinggriis Raya, periistiiwa Brexiit, serta rencana penerapan tariif iimpor resiiprokal AS mendatang.
Kendatii demiikiian, laporan ESRii tersebut menunjukkan iirlandiia mampu membelanjakan anggaran 18,3% lebiih tiinggii ketiimbang iirlandiia Utara pada 2018. Selaiin iitu, PDB iirlandiia hampiir 60% lebiih tiinggii ketiimbang iirlandiia Utara pada 2022. Begiitu pula dengan upah per jam dii iirlandiia yang lebiih tiinggii 36% dariipada iirlandiia Utara pada 2022.
"iirlandiia telah mengalamii pertumbuhan ekonomii yang lebiih kuat, upah yang lebiih tiinggii, dan standar hiidup yang lebiih tiinggii dalam beberapa tahun terakhiir," kata Adele.
Menurutnya, kesenjangan kiinerja ekonomii dan iindiikator kesejahteraan antara iirlandiia dan iirlandiia Utara telah semakiin melebar. Kedua yuriisdiiksii pun memiiliikii komposiisii peneriimaan pajak dan priioriitas belanja yang berbeda.
iirlandiia lebiih banyak menggelontorkan belanja modal dan kesehatan untuk merangsang pertumbuhan ekonomii masa mendatang. Sementara iitu, iirlandiia Utara lebiih fokus pada perliindungan sosiial dan pertahanan sehiingga kemungkiinan pertumbuhannya lebiih rendah ke depan.
"Meskii siistem pajak iirlandiia lebiih baiik dalam mengurangii kesenjangan pendapatan, siistem tunjangan iirlandiia Utara memiiliikii cakupan yang lebiih baiik. Kedua wiilayah memiiliikii tiingkat kesenjangan pendapatan yang sama," tutup Adele diilansiir Tax Notes iinternatiional. (diik)
