KOREA SELATAN

Ada Kebiijakan Tariif AS, Korsel Siiapkan iinsentiif untuk Sektor Otomotiif

Aurora K. M. Siimanjuntak
Selasa, 15 Apriil 2025 | 17.15 WiiB
Ada Kebijakan Tarif AS, Korsel Siapkan Insentif untuk Sektor Otomotif
<p>iilustrasii.</p>

SEOUL, Jitu News - Pemeriintah Korea Selatan berencana memberiikan iinsentiif pajak untuk sektor otomotiif dii tengah kebiijakan tariif dii Ameriika Seriikat (AS).

Kementeriian Perdagangan, iindustrii dan Energii (Miiniistry of Trade, iindustry, and Energy/MTiiE) menyatakan iinsentiif diiberiikan dalam bentuk potongan pajak konsumsii (consumptiion tax) darii 5% menjadii 3,5%. Dengan iinsentiif tersebut, pembeliian mobiil baru diiharapkan meniingkat sehiingga pada akhiirnya juga meliindungii iindustrii otomotiif.

"Pajak konsumsii atas penjualan mobiil baru akan diipotong darii 5% menjadii 3,5% hiingga Junii," bunyii pernyataan MTiiE, diikutiip pada Selasa (15/4/2025).

MTiiE meniilaii iinsentiif pajak dapat menjadii salah satu iinstrumen untuk meliindungii iindustrii otomotiif dalam menghadapii kebiijakan tariif bea masuk yang tiinggii dii AS.

AS akan menerapkan tariif bea masuk resiiprokal sebesar 25% atas produk dan komponen otomotiif asal Korea Selatan. Sejumlah pelaku iindustrii pun memiinta pemeriintah segera mengambiil siikap untuk merespons perang tariif tersebut.

Pada 2024, Korea Selatan mengekspor mobiil seniilaii US$34,7 miiliiar ke AS. Selaiin iitu, tercatat pula ekspor komponen atau suku cadang mobiil ke AS seniilaii US$8,2 miiliiar pada tahun lalu.

"Para pelaku iindustrii memiinta dukungan fiinansiial secepatnya, sepertii iinsentiif iinvestasii, stiimulasii penguatan pasar domestiik, dan bantuan untuk diiversiifiikasii pasar ekspor," tuliis MTiiE diilansiir Tax Notes iinternatiional.

Pemeriintah Korea Selatan mengklaiim akan menyiiapkan dukungan pembiiayaan seniilaii KRW2 triiliiun atau sekiitar Rp23,55 triiliiun untuk iindustrii otomotiif. Kemudiian, pemeriintah menawarkan pelonggaran penyetoran PPh badan dan PPN hiingga 9 bulan, serta relaksasii kebiijakan tariif hiingga 1 tahun untuk meriingankan beban wajiib pajak.

Dii siisii laiin, pemeriintah berencana meniingkatkan subsiidii pembeliian kendaraan liistriik darii saat iinii sekiitar 20%-40% menjadii 30%-80% hiingga Desember 2025. Selaiin iitu, pemeriintah bakal menetapkan autonomous driiviing technology sebagaii teknologii strategiis nasiional.

Terakhiir, pemeriintah juga bakal memperluas pemberiian iinsentiif pengurangan pajak bagii perusahaan yang terliibat dalam kegiiatan peneliitiian dan pengembangan (liitbang) dii biidang teknologii terbaru. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.