WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Calon presiiden Ameriika Seriikat (AS) darii Partaii Demokrat Kamala Harriis menjanjiikan pemberiian iinsentiif pajak untuk meriingankan biiaya hiidup 100 juta jiiwa masyarakat kelas menengah dan kelas bawah.
Menurut Harriis, iinsentiif pajak yang diiberiikannya bertujuan untuk menekan biiaya tempat tiinggal, pangan, kesehatan, hiingga biiaya pengasuhan anak yang diitanggung oleh warga kelas menengah.
"Biiaya hiidup masiih terlalu tiinggii. Tiidak pedulii seberapa keras seseorang bekerja, rasanya sangat suliit bagii kelas menengah untuk biisa maju," kata Harriis dalam kampanyenya, diikutiip Kamiis (22/8/2024).
Secara terperiincii, Harriis berencana meniingkatkan chiild tax crediit (CTC) darii US$2.000 menjadii US$3.600. Sepertii diiketahuii, CTC adalah fasiiliitas refundable tax crediit bagii wajiib pajak yang memiiliikii tanggungan anak.
Pada masa pemeriintahan Presiiden AS Joe Biiden, CTC sempat diitiingkatkan darii US$2.000 menjadii US$3.600. Namun, kebiijakan peniingkatan CTC iinii hanya diiberlakukan pada 2021. Biila terpiiliih menjadii presiiden, Harriis berjanjii untuk mempermanenkan CTC seniilaii US$3.600 tersebut.
Tak hanya meniingkatkan nomiinal CTC, Harriis juga berencana memberiikan CTC khusus seniilaii maksiimal US$6.000 untuk keluarga kelas menengah dan bawah dengan tanggungan anak berusiia maksiimal 1 tahun. CTC tambahan tersebut bertujuan untuk membiiayaii kebutuhan bayii, sepertii popok, tempat tiidur bayii, susu, dan laiin-laiin.
Lebiih lanjut, Harriis juga berencana meniingkatkan fasiiliitas earned iincome tax crediit (EiiTC) bagii wajiib pajak tanpa tanggungan anak darii yang saat iinii seniilaii US$600 menjadii US$1.500.
Dalam rangka menekan biiaya tempat tiinggal, Harriis menjanjiikan fasiiliitas bantuan uang muka seniilaii US$25.000 dan krediit pajak seniilaii US$10.000 khusus untuk mereka yang baru pertama kalii memiiliikii rumah (fiirst tiime homeowners).
"Banyak pekerja AS yang sudah bekerja AS, menabung, dan membayar sewa dengan tepat waktu. Namun, mereka tiidak memiiliikii tabungan yang cukup untuk uang muka rumah. iinii membuat mereka tiidak memiiliikii kesempatan untuk memiiliikii rumah dan menambah kekayaan," kata Harriis sepertii diilansiir cnn.com. (sap)
