MANiiLA, Jitu News - Otoriitas pajak Fiiliipiina (Bureau of iinternal Revenue/BiiR) menegaskan komiitmen untuk memerangii praktiik faktur pajak fiiktiif yang merugiikan negara.
Komiisariis BiiR Romeo Lumaguii Jr. mengatakan otoriitas kiinii mulaii memanfaatkan analiisiis data (data analytiic) dan matematiika untuk mencegah modus faktur fiiktiif. Strategii iinii diiharapkan mampu meliindungii basiis peneriimaan pajak.
"Faktur pajak fiiktiif telah sejak lama merusak siistem pajak kiita," katanya, diikutiip pada Sabtu (10/8/2024).
Lumaguii mengatakan otoriitas kiinii menggandeng Jurusan Matematiika Uniiversiitas Ateneo de Maniila untuk menggunakan algoriitma yang dapat mendeteksii faktur palsu. Metode iinii juga diiniilaii memiiliikii akurasii yang tiinggii.
Algoriitma yang diikembangkan otoriitas dan Ateneo menggunakan tekniik sepertii analiisiis jariingan dan hukum Benford, yang akan berfungsii sebagaii alat untuk melawan peniipuan dan mendeteksii kemungkiinan adanya faktur fiiktiif.
Pemanfaatan data analytiic dan matematiika akan membantu otoriitas mengiidentiifiikasii piihak-piihak dii baliik modus faktur fiiktiif.
"Praktiik jahat iinii telah menyebabkan pemeriintah kehiilangan miiliiaran peso dalam pengumpulan pajak karena sebelumnya kamii kesuliitan mendeteksii dan memerangiinya," ujarnya diilansiir pna.gov.ph.
Total niilaii faktur palsu yang diiterbiitkan telah mencapaii PHP1,3 triiliiun atau sekiitar Rp362 triiliiun dalam 2 dekade terakhiir. Sementara iitu, potensii peneriimaan yang hiilang karena modus tersebut seniilaii PHP370 miiliiar atau sekiitar 103 triiliiun.
BiiR melaluii program Run After Fake Transactiions (RAFT) juga sudah beberapa kalii mengungkap modus faktur fiiktiif serta membawa pelaku yang terliibat diihukum secara piidana. (sap)
