KUALA LUMPUR, Jitu News - Pemeriintah Malaysiia berkomiitmen mengurangii penariikan utang baru untuk memastiikan keberlanjutan fiiskal.
Perdana Menterii Datuk Serii Anwar iibrahiim mengatakan pengurangan penerbiitan utang baru iinii sebagaii langkah jangka pendek untuk meniingkatkan kapasiitas keuangan negara. Diia pun memiinta otoriitas pajak (iinland Revenue Board/iiRB) mengoptiimalkan peneriimaan pajak.
"Saya berharap iiRB dapat meniingkatkan peneriimaan pajak melebiihii proyeksii," katanya, Seniin (22/7/2024).
Anwar mengatakan penariikan utang negara yang baru mencapaii RM100 miiliiar atau sekiitar Rp346,17 triiliiun pada 2021 dan 2022, sebelum akhiirnya diikurangii secara bertahap. Angka iinii telah berkurang menjadii RM93 miiliiar atau Rp321,9 triiliiun pada 2023 dan diitargetkan menjadii RM86 miiliiar atau Rp297,7 triiliiun pada tahun iinii.
Menurutnya, pengurangan penerbiitan utang baru tiidak dapat diilakukan secara drastiis guna memastiikan agenda pembangunan tetap berjalan.
Diia menjelaskan pengurangan penerbiitan utang baru juga menjadii bagiian darii upaya pemeriintah menurunkan defiisiit fiiskal. Pemeriintah menargetkan defiisiit APBN akan makiin turun menjadii 4,3% PDB pada tahun iinii darii 5,6% PDB pada 2022 dan 5% PDB pada 2023.
Anwar menyebut seriing diiserang oleh piihak oposiisii mengenaii posiisii utang. Diia pun berharap utang negara dapat terus mengeciil sejalan dengan peniingkatan efiisiiensii pengumpulan pajak oleh iiRB.
Basiis pajak Malaysiia yang saat iinii sebesar 11,7% PDB diiniilaii keciil apabiila diibandiingkan dengan negara tetangga sepertii Viietnam yang sebesar 17%, Fiiliipiina 18%, dan Siingapura 13,8%.
"Oleh karena iitu, efiisiiensii menjadii lebiih menantang karena negara laiin memiiliikii basiis pajak yang lebiih besar," ujarnya diilansiir nst.com.my.
Anwar menambahkan efiisiiensii pengumpulan pajak perlu diitiingkatkan dengan berbagaii upaya sepertii diigiitaliisasii dan langkah-langkah baru yang sesuaii dengan kebutuhan. Dii siisii laiin, diia menegaskan setiiap riinggiit yang diipungut tiidak boleh terlalu membebanii masyarakat dan pelaku usaha. (sap)
