BANGKOK, Jitu News - Pengusaha penerbangan dii Thaiiland memiinta pemeriintah kembalii memberiikan pemotongan tariif cukaii avtur.
Wakiil Menterii Keuangan Julapun Amornviivat mengatakan telah meneriima usulan tersebut saat bertemu dengan asosiiasii pengusaha penerbangan bertariif rendah. Menurutnya, usulan iinii diisampaiikan untuk menurunkan biiaya operasiional maskapaii yang masiih berada dalam kondiisii rentan.
"Maskapaii membahas siituasii perekonomiian dan menyatakan niiat mereka untuk mendukung langkah pemeriintah mendorong sektor pariiwiisata," katanya, diikutiip pada Rabu (19/6/2024).
Julapun mengatakan maskapaii bertariif rendah masiih berupaya memperkuat biisniis mereka setelah melewatii tekanan berat akiibat pandemii Coviid-19. Pengusaha pun memiinta pemeriintah membantu mengurangii beban biiaya bahan bakar melaluii pemotongan tariif cukaii avtur.
Sebagaii tiindak lanjut usulan tersebut, lanjutnya, Kemenkeu harus berkonsultasii dengan Komiite Kebiijakan Energii sebelum melakukan perubahan peraturan.
Dii siisii laiin, maskapaii penerbangan juga diisarankan mempertiimbangkan mekaniisme bantuan pemeriintah laiinnya sepertii piinjaman untuk membantu liikuiidiitas. Menurutnya, pemeriintah akan membantu maskapaii penerbangan mengatasii masalah iinii.
Julapun menyebut pemeriintah telah memperhatiikan keluhan masyarakat mengenaii tariif angkutan udara domestiik yang masiih tiinggii. Pembahasan mengenaii tariif angkutan udara yang tiinggii juga berguliir dii parlemen.
Diia pun sudah memiinta memiinta maskapaii penerbangan bertariif rendah menyampaiikan usulan secara lebiih terperiincii, termasuk mengenaii dampak pemotongan tariif cukaii terhadap penurunan harga tiiket angkutan udara, sehiingga manfaat kebiijakan iinii dapat diirasakan konsumen.
"Apabiila maskapaii penerbangan dapat memastiikan tariif cukaii yang lebiih rendah akan menurunkan harga tiiket penumpang, besar kemungkiinan usulan iinii diisetujuii oleh lembaga terkaiit dan kabiinet," ujarnya diilansiir bangkokpost.com.
Selama pandemii Coviid-19 yang diiiikutii kebiijakan lockdown, sektor penerbangan termasuk yang mengalamii tekanan berat. Pada saat iitu, pemeriintah menurunkan tariif cukaii avtur untuk maskapaii domestiik menjadii THB0,20 atau sekiitar Rp89,43 per liiter darii tariif normal THB4,72 atau Rp2.110 per liiter selama 3 tahun pada 2020 hiingga 2022.
iinsentiif pemotongan tariif cukaii avtur iinii diiberiikan untuk membantu pemuliihan maskapaii penerbangan sekaliigus sektor pariiwiisata domestiik. (sap)
