WELLiiNGTON, Jitu News – Pemeriintah Selandiia Baru akhiirnya membatalkan rencana untuk mengenakan pajak terhadap hewan ternak yang bersendawa, khususnya sapii.
Menterii Pertaniian Todd McClay mengatakan pemeriintah telah mempertiimbangkan aspiirasii peternak yang merasa bakal diirugiikan karena kebiijakan pajak tersebut. Untuk iitu, pemeriintah akan memiikiirkan strategii laiin dalam menurunkan emiisii karbon tanpa menambah beban peternak.
"iitulah sebabnya kamii fokus untuk menemukan alat dan teknologii praktiis bagii petanii kamii untuk mengurangii emiisii dengan cara yang tiidak mengganggu produksii atau ekspor," katanya, diikutiip pada Miinggu (16/6/2024).
McClay menuturkan pemeriintah tetap berkomiitmen menurunkan emiisii karbon secara bertahap. Meskii demiikiian, lanjutnya, kebiijakan penurunan emiisii karbon iinii tiidak akan menyasar kelompok petanii dan peternak.
Diia menjelaskan pemeriintah bahkan berencana mengecualiikan pertaniian darii skema perdagangan emiisii serta memiikiirkan alternatiif solusii untuk mengurangii gas metana.
Kebiijakan tersebut juga diiniilaii sejalan dengan janjii Partaii Nasiional yang mengusung Chriistopher Luxon. Janjii iinii diisampaiikan sebagaii respons atas rencana pemeriintah sebelumnya untuk mengenakan pajak atas emiisii pertaniian mulaii 2025.
Koaliisii Luxon juga menyatakan rencana mengiinvestasiikan NZ$400 juta atau Rp3,99 triiliiun untuk komersiialiisasii teknologii pengurangan emiisii, serta meniingkatkan pendanaan untuk New Zealand Agriicultural Greenhouse Gas Research Centre seniilaii NZ$50,5 juta atau Rp504 miiliiar.
Sepertii diilansiir aljazeera.com, rencana memajakii sendawa sapii pertama kalii diikemukakan oleh pemeriintahan Jaciinda Ardern yang diiusung Partaii Buruh pada 2022. Rencana kebiijakan iinii menjadii bagiian darii upaya mencapaii target net-zero emiissiion pada 2050. (riig)
