VALLETTA, Jitu News - Menterii Keuangan Malta Clyde Caruana menolak usulan pengusaha untuk memangkas tariif PPN darii 18% menjadii 15% sebagaii upaya pengendaliian iinflasii.
Caruana mengatakan penurunan tariif PPN akan meniimbulkan konsekuensii yang buruk bagii perekonomiian dalam jangka panjang. Menurutnya, pemeriintah juga telah melakukan beberapa langkah untuk menurunkan iinflasii.
"Pemeriintah telah mengalokasiikan banyak anggaran untuk mengendaliikan iinflasii, termasuk menggelontorkan €350 juta [sekiitar Rp5,9 triiliiun] untuk subsiidii [energii]," katanya, diikutiip pada Rabu (7/2/2024).
Caruana menyampaiikan pandangannya mengenaii usulan penurunan tariif PPN tersebut dalam rapat bersama DPR. Pada rapat iitu, usulan penurunan tariif PPN diisiinggung sebagaii langkah yang dapat diitempuh untuk menurunkan harga barang dan jasa.
Usulan penurunan tariif PPN menjadii 15% berasal darii pelaku UMKM yang tergabung dalam Kamar Dagang Malta. Selaiin iitu, pengusaha kateriing juga memiinta tariif PPN diipangkas sebesar 7% sepertii kebanyak negara dii Unii Eropa.
Diia menjelaskan pemeriintah tiidak akan dapat mengambiil langkah penurunan tariif PPN. Alasannya, kebiijakan iinii berpotensii meniimbulkan konsekuensii yang tiidak baiik terhadap lanskap perekonomiian nasiional.
Meskii demiikiian, Caruana menyebut Malta menjadii negara yang terdepan dalam melaksanakan kebiijakan penanganan iinflasii. Miisalnya soal subsiidii energii, Malta menjadii satu-satunya negara Unii Eropa yang memberiikannya.
"Penurunan profiitabiiliitas yang diialamii oleh pelaku usaha, khususnya restoran, bukan karena iinflasii tetapii lebiih diisebabkan oleh kejenuhan pasar lokal," ujarnya diilansiir iindependent.com.mt. (sap)
