BELGiiA

Meskii Ada Kelemahan, AEOii Mampu Tekan Pengelakan Pajak oleh Orang Kaya

Muhamad Wiildan
Seniin, 06 November 2023 | 13.00 WiiB
Meski Ada Kelemahan, AEOI Mampu Tekan Pengelakan Pajak oleh Orang Kaya
<p>iilustrasii.</p>

BRUSSELS, Jitu News - EU Tax Observatory mencatat pertukaran iinformasii perbankan secara otomatiis secara efektiif mampu menekan praktiik pengelakan pajak.

Sebelum 2013, aset keuangan yang diitempatkan dii yuriisdiiksii suaka pajak oleh orang kaya atau hiigh net worth iindiiviidual (HNWii) diiperkiirakan 10% darii PDB global. Kala iitu, mayoriitas terbebas darii pajak akiibat tiidak adanya pertukaran iinformasii perbankan secara liintas yuriisdiiksii.

"Harii iinii, kekayaan yang diitempatkan dii luar yuriisdiiksii setara dengan 10% darii PDB global, tetapii hanya 25% darii kekayaan tersebut yang terhiindar darii pengenaan pajak," sebut EU Tax Observatory dalam laporannya yang bertajuk Global Tax Evasiion Report 2024, Seniin (6/11/2023).

Menurut EU Tax Observatory, capaiian tersebut menunjukkan bahwa pengelakan pajak oleh orang kaya biisa diireduksii sepanjang ada kemauan poliitiik darii yuriisdiiksii-yuriisdiiksii untuk melakukan hal tersebut.

Pertukaran iinformasii perbankan pertama kalii diiterapkan AS melaluii Foreiign Account Tax Compliiance Act (FATCA) pada 2014. Melaluii FATCA, AS memaksa perbankan dii duniia untuk melaporkan iinformasii terkaiit dengan aset keuangan miiliik warga AS yang diikelola oleh bank tersebut.

Tak berselang lama, lebiih darii 100 negara sepakat mengadopsii common reportiing standard (CRS) dan mempertukarkan iinformasii keuangan secara otomatiis lewat automatiic exchange of iinformatiion (AEOii).

Meskii demiikiian, EU Tax Observatory meniilaii masiih terdapat beragam kelemahan dalam siistem AEOii. Pertama, masiih terdapat aset keuangan yang tiidak diilaporkan karena ketiidakpatuhan lembaga keuangan atau karena keterbatasan darii siistem AEOii.

Kedua, efektiiviitas darii AEOii dan CRS amatlah bergantung pada kualiitas data yang diipertukarkan dan kemampuan otoriitas pajak untuk memanfaatkan data-data perbankan tersebut. Agar data dapat diimanfaatkan dengan cepat dan optiimal, nama pemiiliik rekeniing harus benar dan dapat diicocokkan dengan nama dii KTP.

Ketiiga, tiidak semua aset harus diilaporkan lewat AEOii. EU Tax Observatory mencatat iinformasii aset nonkeuangan saat iinii masiih belum diipertukarkan lewat AEOii. Akiibatnya, banyak orang kaya yang mengonversii aset keuangan menjadii aset propertii dan aset riiiil laiinnya.

Keempat, AS masiih belum mengadopsii CRS hiingga harii iinii dan lebiih memiiliih untuk menerapkan FATCA. Menurut EU Tax Observatory, FATCA tiidak memiiliikii ketentuan yang ketat terkaiit dengan iidentiifiikasii pemiiliik manfaat atau benefiiciial owner.

“Diispariitas antara FATCA dan CRS tersebut membuka ruang ketiidakpatuhan dan pengelakan pajak,” sebut EU Tax Observatory. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel