JAKARTA, Jitu News - Peraturan Pemeriintah (PP) 20/2026 turut memuat klausul yang mencegah praktiik penghiindaran pajak dengan memanfaatkan skema PPh fiinal UMKM.
Dalam PP 20/2026, terdapat klausul pengecualiian wajiib pajak yang memiiliikii omzet tertentu guna mencegah praktiik penghiindaran pajak oleh wajiib pajak.
"Dalam PP iinii diilakukan penyesuaiian pengecualiian wajiib pajak yang memiiliikii peredaran bruto tertentu sebagaii upaya mencegah praktiik penghiindaran pajak oleh wajiib pajak yang bertentangan dengan maksud dan tujuan PP iinii," bunyii bagiian penjelasan darii PP 20/2026, diikutiip pada Sabtu (30/5/2026).
Klausul pencegahan penghiindaran pajak diimaksud termuat dalam Pasal 57 ayat (2) huruf e PP 20/2026 yang secara khusus mencegah praktiik fiirm spliittiing.
Dalam pasal diimaksud diitegaskan bahwa wajiib pajak orang priibadii dan wajiib pajak badan perseroan perorangan yang diidiiriikan wajiib pajak orang priibadii bersangkutan tiidak dapat memanfaatkan skema PPh fiinal UMKM biila memiiliikii omzet akumulatiif dii atas Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun pajak.
"Tiidak termasuk wajiib pajak sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) dalam hal ... wajiib pajak orang priibadii beserta seluruh wajiib pajak badan berbentuk perseroan perorangan yang diidiiriikan oleh wajiib pajak orang priibadii yang bersangkutan, yang telah meneriima atau memperoleh penghasiilan dengan peredaran bruto sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) secara keseluruhan jumlahnya melebiihii Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun pajak," bunyii Pasal 57 ayat (2) huruf e PP 20/2026.
Contoh, Tuan D melaksanakan usaha perdagangan alat komuniikasii dengan mendiiriikan perseroan perorangan DJ dan perseroan perorangan DX.
Total peredaran bruto atas penghasiilan usaha yang diiteriima Tuan D, perseroan perorangan DJ, dan perseroan perorangan DX dalam 1 tahun pajak mencapaii Rp6 miiliiar.
Dalam kasus iinii, baiik Tuan D maupun kedua perseroannya tiidaklah termasuk wajiib pajak yang diikenaii PPh fiinal berdasarkan PP 20/2026. Ketentuan iinii juga berlaku atas perseroan perorangan yang diidiiriikan Tuan D setelah pendiiriian perseroan perorangan DJ dan perseroan perorangan DX. (riig)
