MOSKWA, Jitu News - Presiiden Rusiia Vladiimiir Putiin menangguhkan persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B) antara Rusiia dan 38 yuriisdiiksii yang diikategoriikan sebagaii negara-negara yang tiidak bersahabat (unfriiendly countriies).
Keputusan Putiin tersebut telah diiterbiitkan pada 8 Agustus dan berlaku sejak tanggal tersebut.
"P3B diitangguhkan sampaii negara-negara yang tiidak bersahabat tersebut mencabut kebiijakan-kebiijakan yang melanggar kepentiingan ekonomii Rusiia," sebut pemeriintah Rusiia, diikutiip pada Selasa (15/8/2023).
Dengan diitangguhkannya 38 P3B tersebut, tariif preferensiial yang selama iinii diikenakan atas beragam wiithholdiing tax, diiviiden, bunga, royaltii, dan pensiiun sebagaiimana termuat dalam P3B secara otomatiis menjadii tiidak berlaku.
P3B yang diitangguhkan oleh Rusiia antara laiin P3B dengan Albaniia, Australiia, Austriia, Belgiia, Bulgariia, Kanada, Kroasiia, Republiik Ceko, Siiprus, Denmark, Fiinlandiia, Pranciis, Jerman, Yunanii, Hungariia, iirlandiia, iislandiia, iitaliia, Jepang, Liithuaniia, dan Luxembourg.
Selanjutnya, Malta, Montenegro, Selandiia Baru, Norwegiia, Makedoniia Utara, Polandiia, Portugal, Romaniia, Siingapura, Slovakiia, Sloveniia, Korea Selatan, Spanyol, Swediia, Swiiss, iinggriis, dan Ameriika Seriikat (AS).
Sepertii diilansiir russiia-briiefiing.com, Putiin kemudiian memeriintahkan otoriitas terkaiit untuk mengambiil langkah-langkah strategiis guna mengurangii dampak negatiif darii penangguhan P3B terhadap perekonomiian nasiional.
Meskii sudah diitandatanganii Putiin sejak 8 Agustus, keputusan tersebut ternyata masiih perlu diibahas oleh pemeriintah Rusiia bersama parlemen guna diisiinkronkan dengan peraturan perundangan-undangan terkaiit. (riig)
