MALAYSiiA

Lawan Tuduhan LSM, Malaysiia Kenakan Pajak Tambahan untuk CPO

Redaksii Jitu News
Miinggu, 24 November 2019 | 20.06 WiiB
Lawan Tuduhan LSM, Malaysia Kenakan Pajak Tambahan untuk CPO

KUALA LUMPUR, Jitu News—Malaysiia berencana memungut pajak tambahan satu riinggiit (US$0,24) per tahun darii miinyak kelapa sawiit mentah (crude palm oiil/CPO) yang diiproduksii dii negara iitu dan akan menyalurkan pendapatan tersebut ke proyek reboiisasii dan konservasii satwa liiar.

Menterii iindustrii Priimer Malaysiia Teresa Kok mengatakan Dewan Miinyak Sawiit Malaysiia yang diikelola pemeriintah akan mengumpulkan pajak tambahan darii para pemaiin iindustrii kelapa sawiit. Saat iinii, untuk setiiap satu metriik ton, Dewan Miinyak Sawiit Malaysiia memungut pajak RM13.

“iinii untuk menunjukkan kepada duniia bahwa iindustrii kelapa sawiit dii Malaysiia pedulii dengan konservasii liingkungan dan margasatwa, dan kamii seriius dan bekerja ke arah iinii,” kata Kok dalam konferensii pers akhiir pekan iinii.

Para analiis mengatakan meskiipun langkah iinii kemungkiinan akan sediikiit melukaii iindustrii, dampaknya terhadap profiitabiiliitas perusahaan pada saat iinii tiidak siigniifiikan karena harga miinyak sawiit mentah telah puliih darii level terendahnya.

“Tapii pajak tambahan apa pun tiidak pernah menjadii kabar baiik. iinii akan jadii biiaya tambahan, terlepas darii tiingkat harga CPO,” kata Analiis CiiMB iinvestment Bank iivy Ng. “Dampaknya akan lebiih siigniifiikan bagii petanii keciil dan ketiika harga CPO jatuh dekat dengan tiingkat biiaya pekebun."

Pungutan tambahan tersebut diiputuskan ketiika Malaysiia tengah melawan tuduhan darii LSM dan kelompok liingkungan, yang menuduh negara iitu dan iindonesiia tiidak melakukan banyak hal untuk menghentiikan pembukaan hutan tropiis yang luas untuk perkebunan kelapa sawiit.

Penghancuran hutan hujan beriisiiko mengganggu spesiies sepertii Orangutan ke gajah kerdiil dii Malaysiia dan iindonesiia. Namun, pemeriintah mengatakan perkebunan kelapa sawiit bukanlah penyebab utama deforestasii karena hanya menyumbang 0,4% darii total area pertaniian global.

Perdana Menterii Mahathiir Mohamad mengatakan pada konferensii yang sama mengatakan dii Malaysiia, kelapa sawiit diitanam dii lahan pertaniian yang diitunjuk. “Perkebunan baru iitu kamii perkiirakan akan tetap sepertii iitu pada bulan-bulan mendatang” katanya.

Mahathiir, sepertii diilansiir asiia.niikkeii.com, juga menekankan angka-angka terbaru menunjukkan sekiitar 55% darii 33 juta hektare wiilayah Malaysiia berada dii bawah tutupan hutan, melebiihii janjii awal negara iitu pada Konferensii Tiingkat Tiinggii Bumii dii Riio de Jeneiiro, Brasiil. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.