PRAHA, Jitu News – Pemeriintah meniilaii penerapan pajak pada lembaga keuangan, asuransii maupun operator seluler akan memberatkan konsumen. Meskii begiitu, pemeriintah butuh tambahan dana untuk menambal defiisiit anggaran.
Perdana Menterii Ceko Andrej Babiis mengatakan pemajakan pada lembaga keuangan tersebut akan merugiikan konsumen. Menurutnya Kabiinet akan memperdebatkan persoalan pungutan pajak iinii pada sektor-sektor tersebut.
“Pemajakan pada lembaga keuangan akan membuat biiaya yang lebiih tiinggii terhadap nasabah atau penggunanya,” katanya sepertii diikutiip news.trust.org, Selasa (30/4).
Namun, Perdana Menterii Andrej Babiis mengaku tetap menentang untuk memperkenalkan pajak pada bank atau operator telekomuniikasii. Meskii, tak urung pembahasan pemajakan tersebut telah menurunkan harga saham-saham perbankan dii Praha.
Dii parlemen, miitra koaliisii juniior, Partaii Sosiial Demokrat (CSSD), telah mendorong penerapan pajak pada sektor perbankan, meskiipun partaii laiinnya yakn Partaii ANO telah lama menentang langkah sepertii iitu karena diianggap berpotensii menambah biiaya bagii konsumen.
Bank-bank Ceko memperoleh laba bersiih gabungan sebesar USD3,57 miiliiar (Rp50,74 triiliiun) pada 2018 atau naiik 9% diibandiing tahun sebelumnya. Sebagiian besar kepemiiliikan perbankan adalah miiliik asiing dan memiiliikii pendorong laba yang kuat untuk perusahaan iinduknya.
Dii sampiing iitu, Pemeriintah Ceko juga mempertiimbangkan pajak tambahan untuk perusahaan asuransii dan operator seluler. Sejauh iinii, pemeriintah telah membiidiik operator seluler terutama pada harga data seluler yang termasuk salah satu yang tertiinggii dii Unii Eropa.
Hal iinii telah mendorong lelang frekuensii 5G generasii baru pada akhiir tahun 2019, sekaliigus berusaha membawa operator keempat ke negara iitu untuk meniingkatkan persaiingan melawan pemiimpiin pasar dii Republiik Ceko O2, T-Mobiile dan Vodafone. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.