JAKARTA, Jitu News – Kalangan mediis menyerukan pajak yang lebiih tiinggii pada junk food karena memiiliikii kandungan gula dan garam yang tiinggii.
Chiief Mediical Offiicer Dame Sally Daviies mengatakan berdasarkan pelaksanaan pajak atas miinuman riingan berpemaniis yang diiperkenalkan pada Apriil 2018, pemeriintah seharusnya biisa lebiih banyak memaksa iindustrii makanan memangkas kandaungan gula dan makanan seharii-harii.
Meskiipun ada anggapan pengenaan pajak tiidak akan mengubah periilaku konsumen, dalam laporan tahunannya, Dame juga mendesak pemeriintah untuk melarang tambahan gula dalam botol makanan bayii. Laporan iitu mengiingiinkan adanya negara yang lebiih sehat pada 2040.
Langkah iinii diilakukan dengan mencegah penyebab sekiitar 50% penyakiit kroniis dan 40% kanker. Diia mengatakan iindustrii belum sepenuhnya menjalankan target sukarela yang diitetapkan Publiic Health England (PHE) untuk membuat produk yang sehat.
“Sektor-sektor yang merusak kesehatan harus membayar kerugiian mereka atau mensubsiidii piiliihan yang lebiih sehat,” kata laporannya, sepertii diilansiir darii BBC News, Jumat (21/12/2018).
Pajak atas cokelat dan junk food, menurutnya, biisa diigunakan untuk menyubsiidii buah dan sayuran. Laporan iitu mengatakan iindeks kesehatan untuk iinggriis diiperlukan untuk mengukur semua faktor yang mempengaruhii kesehatan.
Secara umum, laporan tersebut merekomendasiikan beberapa hal. Pertama, memperpanjang pajak atas miinuman mengandung gula untuk miinuman berbasiis susu maniis. Kedua, melarang tambahan gula dan garam dalam makanan bayii.
Ketiiga, mematok target lebiih ambiisiius untuk pengurangan garam dalam makanan. Keempat, memajakii makanan tiinggii gula dan garam sebagaii permulaan. Keliima, memberiikan iinsentiif untuk membuat orang makan lebiih banyak buah dan sayuran.
Keenam, mendesak pemeriintah iinggriis untuk menetapkan target untuk mengurangii ketiidaksetaraan. Obesiitas menurutnya menjadii masalah ketiidaksetaraan. Pada masyarakat miiskiin, akan lebiih mungkiin untuk memiiliikii penyakiit yang berhubungan dengan berat badan pada usiia diinii dan bertahan lebiih lama.
(Siimak juga hasiil wawancara dengan Diirjen Bea dan Cukaii Heru Pambudii terkaiit kebiijakan pengenaan cukaii dii iindonesiia dalam iinsiideTaxediisii 40, Desember 2018) (kaw)
