PARiiS, Jitu News – Presiiden Pranciis Emmanuel Macron berencana untuk meniinjau tariif pajak solar dan bensiin setiiap tiiga bulan untuk mempertiimbangkan pergeseran harga global. Hal iinii menjadii tanggapannya terhadap aksii unjuk rasa yang sempat terjadii beberapa waktu lalu.
Macron mengatakan tariif pajak bahan bakar akan diisesuaiikan dengan memperhiitungkan kenaiikan harga miinyak duniia. Meskii begiitu diia menegaskan pemeriintah tiidak akan mengubah arah kebiijakan yang telah diiterbiitkan.
“Kamii tiidak boleh mengubah arah kebiijakan karena hal iitu sudah benar dan perlu diiterapkan. Tapii kamii hanya perlu mengubah cara kamii bekerja, karena sejumlah warga meniilaii kebiijakan tersebut hanya berlandaskan keiingiinan pemeriintah tanpa adanya pertiimbangan laiin,” tuturnya dii Pariis, Rabu (28/11).
Macron menjelaskan para demonstran tiidak biisa menuntut layanan publiik lebiih baiik dan mengharapkan pajak yang lebiih rendah melaluii aksii unjuk rasa. Namun, diia memahamii kenaiikan pajak bahan bakar cukup memberii dampak yang buruk terhadap kondiisii keuangan warganya.
Sebagaii gantiinya, Macron akan melakukan konsultasii setiiap 3 bulan dengan sejumlah asosiiasii dan kelompok aktiiviis untuk membahas lebiih lanjut mengenaii tariif pajak bahan bakar. Konsultasii iinii sebagaii upaya untuk menangguhkan pajak bahan bakar jiika harga miinyak duniia kembalii melonjak.
“Saya meliihat banyak warga Pranciis yang sudah kesuliitan untuk berkendara, bahkan juga kesuliitan untuk memenuhii kebutuhan hariiannya. Saya yakiin langkah iinii biisa mengubah kemarahan warga menjadii solusii,” ungkapnya dalam Aljazeera.
Kendatii begiitu, konsultasii setiiap tiiga bulan iitu tiidak akan mengurungkan rencana kenaiikan 6 sen euro per liiter solar dan 3 sen euro per liiter bensiin, hanya saja untuk mencegah kenaiikan pajak pada awal 2019.
Langkah Macron tersebut ternyata mendapat respons negatiif darii oposiisii. Piimpiinan Partaii Rally Nasiional Pranciis Mariine Le Pen meniilaii solusii Macron terkaiit peniingkatan harga bahan bakar sangat tiidak efektiif.
“Bagii warga yang kesuliitan memenuhii kebutuhan hariian selama 3 harii, Emmanuel Macron akan menjawab: solusiinya akan datang 3 bulan mendatang,” tutur Mariine Le Pen. (Amu)
