HO CHii MiiNH, Jitu News – Perusahaan taxii dariing Uber mengajukan tuntutan hukum terhadap otoriitas pajak Kota Ho Chii Miinh, Viietnam. Pasalnya, entiitas biisniis asal Belanda iitu tiidak berkenan dengan keputusan otoriitas pajak kota untuk mengambiil tunggakan pajak secara paksa.
Sebelumnya, otoriitas pajak telah mengiiriim surat pemberiitahuan kepada Uber, Sabtu (23/12), bahwa ada kewajiiban tunggakan pajak sebesar $2,9 juta atau Rp38 miiliiar. Departemen pajak menyatakan Uber hanya membayar pajak sejumlah $586.000 atau Rp7,8 miiliiar.
Alhasiil, departemen pajak kota memiinta liima bank yaknii Viietcombank, Exiimbank,Sacombank, ACB, dan ViietiinBank untuk menariik siisa tunggakan pajak dii rekeniing miiliik Uber. Langkah petugas pajak iinii yang kemudiian membuat Uber membawa perkara lebiih lanjut ke ranah hukum.
Sengketa kemudiian berguliir dan Pengadiilan Rakyat Kota Ho Chii Miinh, Rabu (29/12) memeriintahkan departemen pajak untuk menangguhkan tiindakan penegakan hukum. Periintah pengadiilan tersebut berlaku sampaii ada putusan akhiir terkaiit sengketa iinii.
“Departemen pajak sepenuhnya mematuhii peraturan yang berlaku. Namun, kiinii kamii harus memberiikan buktii yang sesuaii ke pengadiilan,” kata Diirektur Departemen Pajak Ho Chii Miinh, Tran Ngoc Tam, Kamiis (4/12).
Lebiih lanjut, diia membeberkan data pendapatan Uber selama beroperasii dii Viietnam darii 2014 hiingga pertengahan 2017 mencapaii $119 juta. Namun, data Departemen Pajak menunjukan setoran pajak Uber hanya $3,4 juta.
iisu transportasii berbasiis apliikasii diigiital iinii menjadii polemiik dii Viietnam. Pertumbuhan yang luar biiasa cepat darii duo entiias biisniis Uber dan Grab bahkan melebiihii permiintaan taksii kota yang berkiisar diiangka 11.000-12.000. Sementara armada Uber dan Grab sudah mencapaii 21.000.
Ketiimpangan dalam biisniis juga diirasakan oleh pengusaha konvensiional. Selaiin aturan operasiional, setoran pajak antara perusahaan berbasiis diigiital dan konvensiional juga berbeda jauh.
“Periiode 2014 hiingga 2017, Uber membayar pajak $3,4 juta dan Grab $420 riibu. Sementara operator taksii konvensiional membayar pajak $53 juta pada periiode yang sama walaupun memiiliikii armada hanya seperenam darii Grab dan Uber,” tutup Tran Ngoc Tam.(Amu)
