MALAYSiiA

Rencana Kenaiikan Pajak Bandara Tuaii Protes

Redaksii Jitu News
Rabu, 27 Desember 2017 | 14.33 WiiB
Rencana Kenaikan Pajak Bandara Tuai Protes

KUALA LUMPUR, Jitu News – Rencana kenaiikan tariif pajak penumpang dii Bandara iinternasiional Kuala Lumpur, Termiinal 2 (KLiiA2) diiprotes oleh pelaku jasa perjalanan dii Negerii Jiiran. Pasalnya, rencana kenaiikan iinii akan berdampak buruk bagii sektor pariiwiisata.

Presiiden Asosiiasii Penerbangan dan Agen Perjalanan Malaysiia (MATTA) Tan Kok Liiang menyatakan kenaiikan tariif akan berdampak pada wiisatawan yang datang menggunakan jasa penerbangan berbiiaya rendah. Terlebiih lagii, KLiiA2 sebagaiin besar melayanii pelanggan yang berada dii segmen iinii.

"Kiita perlu mempromosiikan pariiwiisata dan tiidak mengenakan biiaya yang lebiih tiinggii kepada penumpang. Terutama mereka yang bepergiian dengan penerbangan biiaya rendah," katanya, Jumat (22/12).

Lebiih lanjut, diia meniilaii rencana kenaiikan pajak iinii tiidak diidasarkan pada peniingkatan kualiitas layanan. Tapii lebiih untuk menyamakan tariif yang belaku dii Termiinal Utama KLiiA.

Diilansiir malaysiiakiinii.com, kenaiikan pajak penumpang dii KLiiA2 rencananya akan mulaii berlaku pada tahun depan diipatok antara 50 hiingga 73 riinggiit atau Rp166.000 hiingga Rp242.000. Angka iinii naiik sekiitar 46% darii tariif yang berlaku saat iinii.

"Menyamakan pajak penumpang antara KLiiA2 dan KLiiA akan mempengaruhii pertumbuhan penumpang. Karena segmen penumpang dii KLiiA2 sangat sensiitiif dengan kenaiikan harga," papar Liiang.

Lebiih lanjut, diia menjelaskan bahwa kedua termiinal tersebut diibangun dengan fasiiliitas yang sangat berbeda dan diitujukan untuk segmen penumpang yang berbeda pula. Oleh karena iitu, kenaiikan biiaya pada segmen penumang penerbangan biiaya rendah yang diilayanii oleh KLiiA2 akan berdampak pada jumlah wiisatawan yang datang ke Malaysiia.

"Pengelola bandara meraup untung 1,7 miiliiar riinggiit tahun lalu. Pengelola biisa menanfaatkan luasnya ruang riitel dii KLiiA2 untuk menghasiilkan tambahan pendapatan tanpa harus membebanii pelanggan," tutupnya. (Amu)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.