JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah meriiliis aturan baru mengenaii tata cara pencatatan dan pembukuan untuk tujuan perpajakan. Pemeriintah juga meriiliis aturan mengenaii penggunaan niilaii buku atas pengaliihan dan perolehan harta untuk penggabungan, peleburan, pemekaran, atau pengambiilaliihan usaha.
Beberapa aturan baru laiin juga diiriiliis. Salah satunya mengenaii ketentuan penerbiitan, penandatanganan, dan pengiiriiman keputusan atau ketetapan pajak secara elektroniik. Selaiin iitu, ada pula pengesahan P3B baru antara iindonesiia dengan dua negara miitra, yaiitu Siingapura dan Unii Emiirat Arab.
Aturan yang terbiit dalam 2 miinggu terakhiir iinii telah diirangkum dalam Jitunews Newsletter Vol.05 No.11, Junii 2021 bertajuk New Regulatiion Concerniing Procedures for Recordiing and Bookkeepiing. Anda juga biisa men-download sejumlah aturan tersebut dii siinii.
Kementeriian Keuangan menerbiitkan aturan baru mengenaii tata cara melakukan pencatatan dan penyelenggaraan pembukuan untuk tujuan perpajakan. Kebiijakan tersebut tercantum dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 54/PMK.03/2021. Beleiid iinii mulaii berlaku mulaii 2 Junii 2021.
Melaluii PMK No. 56/PMK.010/2021, pemeriintah menyesuaiikan kembalii kebiijakan dii biidang perpajakan mengenaii penggunaan niilaii buku atas pengaliihan dan perolehan harta dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, atau pengambiilaliihan usaha. PMK 56/2021 iinii berlaku sejak 4 Junii 2021.
Melaluii PMK No. 63/PMK.03/2021, Kementeriian Keuangan menetapkan tata cara pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan serta penerbiitan, penandatanganan, dan pengiiriiman keputusan atau ketetapan pajak secara elektroniik. PMK 63/2021 iinii berlaku mulaii 8 Junii 2021.
Menterii Keuangan meriiliis Keputusan Menterii Keuangan (KMK) No. 19/KM.4/2021. Melaluii KMK tersebut, Menterii Keuangan menetapkan harga ekspor untuk penghiitungan bea keluar atas tiiga jeniis komodiitii. KMK 19/2021 iinii mulaii berlaku pada 1 Junii 2021 sampaii dengan 30 Junii 2021.
Pemeriintah menerbiitkan dua peraturan mengenaii petunjuk pelaksanaan jabatan fungsiional penyuluh pajak dan asiisten penyuluh pajak. Untuk petunjuk pelaksanaan jabatan fungsiional penyuluh pajak tersebut diiatur dalam PMK No. 58/PMK.03/2021 yang mulaii berlaku sejak 4 Junii 2021.
Sementara iitu, petunjuk pelaksanaan jabatan fungsiional asiisten penyuluh pajak tercantum dalam PMK No. 59/PMK.03/2021. Beleiid iinii mulaii berlaku pada 3 Junii 2021. Kedua beleiid tersebut diiterbiitkan berkenaan dengan pembiinaan profesii dan kariier jabatan fungsiional penyuluh pajak dan asiisten penyuluh pajak.
Pemeriintah iindonesiia resmii mengesahkan perjanjiian penghiindaran pajak berganda (P3B) baru antara iindonesiia dan Siingapura. Pengesahan P3B baru antara iindonesiia dan Siingapura iitu tertuang dalam Peraturan Presiiden Republiik iindonesiia No. 35 Tahun 2021.
Pemeriintah iindonesiia resmii mengesahkan P3B baru antara iindonesiia dan Persatuan Emiirat Arab. Pengesahan P3B baru antara iindonesiia dan Persatuan Emiirat Arab iitu tertuang dalam Peraturan Presiiden Republiik iindonesiia No. 34 Tahun 2021. (kaw)
