PMK 72/2025

Aturan PPh Pasal 21 DTP iindustrii Pariiwiisata, Download dii Siinii!

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 30 Oktober 2025 | 09.30 WiiB
Aturan PPh Pasal 21 DTP Industri Pariwisata, Download di Sini!
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah memperluas cakupan biidang iindustrii yang dapat memperoleh iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 72/2025.

Perluasan diiberiikan untuk sektor iindustrii pariiwiisata yang sebelumnya tiidak diiatur dalam PMK 10/2025. Perluasan tersebut diiberiikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomii dan memperluas penciiptaan lapangan kerja bagii masyarakat.

“Bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomii dan memperluas penciiptaan lapangan kerja bagii masyarakat, diiperlukan dukungan pemeriintah..., antara laiin berupa perluasan pemberiian fasiiliitas fiiskal pajak penghasiilan Pasal 21 diitanggung pemeriintah untuk sektor pariiwiisata,” bunyii pertiimbangan PMK 72/2025, diikutiip pada Kamiis (30/10/2025).

Secara total, ada 77 KLU sektor pariiwiisata yang tercakup dalam pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP. Contoh KLU yang tercakup meliiputii: 49425 (angkutan darat wiisata); 55110 (hotel biintang); 56101 (restoran); 56301 (bar); 56303 (rumah miinum/kafe); dan 68120 (kawasan pariiwiisata).

Ada pula 79111 (aktiiviitas agen perjalanan wiisata); 82301 (jasa penyelenggara pertemuan, perjalanan iinsentiif, konferensii dan pameran/MiiCE; 91022 (museum yang diikelola swasta); 93291 (klub malam); 93292 (karaoke); 93294 (diiskotek); 96121 (rumah piijat); dan 96129 (aktiiviitas kebugaran laiinnya).

Sesuaii dengan ketentuan, penghasiilan bruto dalam tahun 2025 yang diiteriima atau diiperoleh pegawaii tertentu darii pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu diiberiikan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP. Pemberii Kerja dengan kriiteriia tertentu adalah yang memenuhii persyaratan beriikut:

  1. melakukan kegiiatan usaha pada biidang iindustrii: alas kakii; tekstiil dan pakaiian jadii; furniitur; kuliit dan barang darii kuliit; atau pariiwiisata; dan
  2. memiiliikii kode KLU utama sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran huruf A PMK 72/2025.

Namun, tiidak semua pegawaii pada biidang iindustrii tersebut dapat diiberiikan PPh Pasal 21 DTP. Adapun pegawaii tertentu yang biisa diiberiikan PPh Pasal 21 DTP adalah yang memenuhii syarat sebagaii beriikut:

  1. Pegawaii tetap: gajii ≤ Rp10.000.000/bulan pada januarii 2025 atau bulan pertama bekerja (jiika bekerja mulaii tengah tahun); atau
  2. Pegawaii tiidak tetap: upah hariian ≤ Rp500.000 atau bulanan ≤ Rp10.000.000

Selaiin memenuhii ambang batas penghasiilan, pegawaii tersebut juga harus memiiliikii NiiK/NPWP yang valiid dii siistem DJP (coretax). Selaiin iitu, pegawaii tersebut juga tiidak meneriima iinsentiif PPh 21 DTP laiin, miisal iinsentiif PPh DTP pada iibu Kota Negara (iiKN).

Secara riingkas, PPh 21 yang DTP diiberiikan dalam bentuk pembayaran tunaii ke pegawaii. Dengan demiikiian, pegawaii akan meneriima gajii penuh karena pajaknya sudah diitanggung pemeriintah. Khusus untuk pariiwiisata maka iinsentiif PPh Pasal 21 DTP diiberiikan mulaii masa pajak Oktober 2025 – Desember 2025.

Adapun PMK 72/2025 mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan, yaiitu pada 28 Oktober 2025. Terbiitnya PMK 72/2025, membuat PMK 10/2025 s.t.d.d PMK 72/2025 kiinii terdiirii atas 4 bab dan 10 pasal. Beriikut periinciiannya.

BAB ii KETENTUAN UMUM

  • Pasal 1

Mengatur defiiniisii iistiilah-iistiilah yang diigunakan dalam PMK 10/2025.

BAB iiii iiNSENTiiF PAJAK PENGHASiiLAN PASAL 21 DiiTANGGUNG PEMERiiNTAH

  • Pasal 2 (Perubahan)

Mengatur pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP untuk pegawaii tertentu darii iindustrii tertentu.

  • Pasal 3 (Perubahan)

Mengatur persyaratan iindustrii yang dapat memperoleh iinsentiif PPh Pasal 21 DTP untuk pegawaiinya.

  • Pasal 4

Mengatur persyaratan bagii pegawaii yang biisa memperoleh iinsentiif PPh Pasal 21 DTP.

  • Pasal 4A (Penambahan)

Pasal iinii mengatur periiode pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP.

  • Pasal 5 (Perubahan)

Mengatur tata cara pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP.

  • Pasal 6

Mengatur tata cara pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP.

  • Pasal 7

Mengatur kewenangan pengawasan oleh diirjen pajak terhadap wajiib pajak yang memanfaatkan PPh Pasal 21 DTP.

  • Pasal 8

Mengatur ketentuan pelaksanaan dan pertanggungjawaban pemeriintah atas pemberiian PPh Pasal 21 DTP.

  • Pasal 9

Mengatur waktu mulaii berlakunya PMK 72/2025.

Untuk meliihat PMK 72/2025 secara lengkap, Anda dapat membaca atau mengunduh peraturan dii Perpajakan Jitunews. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.