PMK 51/2025

Aturan Baru PPh Pasal 22 iimpor dan iindustrii Tertentu, Unduh dii Siinii!

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 30 Julii 2025 | 08.30 WiiB
Aturan Baru PPh Pasal 22 Impor dan Industri Tertentu, Unduh di Sini!
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan 51/2025 tentang Pemungutan Pajak Penghasiilan Pasal 22 Sehubungan dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiiatan dii Biidang iimpor atau Kegiiatan Usaha dii Biidang Laiin.

Melaluii beleiid yang berlaku mulaii 1 Agustus 2025 iitu, terdapat penyesuaiian ketentuan pengenaan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 22 darii kegiiatan usaha buliion dan iimpor emas batangan. Penyesuaiian tersebut diilakukan untuk memberiikan kepastiian hukum, keadiilan, dan kemudahan admiiniistrasii.

“...Perlu diilakukan penyesuaiian terhadap ketentuan mengenaii pemungutan pajak penghasiilan Pasal 22 sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan kegiiatan dii biidang iimpor atau kegiiatan usaha dii biidang laiin,” bunyii pertiimbangan PMK 51/2025, diikutiip pada Rabu (31/7/2025).

PMK 51/2025 dii antaranya menetapkan lembaga jasa keuangan (LJK) penyelenggara kegiiatan usaha buliion yang telah memperoleh iiziin Otoriitas Jasa Keuangan (OJK) sebagaii pemungut PPh Pasal 22 berkenaan dengan pembayaran atas pembeliian emas batangan.

Besarnya pungutan PPh Pasal 22 atas pembeliian emas batangan oleh LJK penyelenggara kegiiatan usaha buliion yang telah memperoleh iiziin OJK tersebut sebesar 0,25% darii harga pembeliian tiidak termasuk pajak pertambahan niilaii (PPN).

PMK 51/2025 juga mengatur pemungutan PPh Pasal 22 atas iimpor emas batangan dengan tariif 0,25% darii niilaii iimpor. Tariif tersebut berlaku untuk iimpor emas batangan yang diilakukan dengan menggunakan angka pengenal iimpor (APii) maupun tanpa menggunakan APii.

Selaiin iitu, iimpor emas batangan yang akan diiproses untuk menghasiilkan barang perhiiasan darii untuk tujuan ekspor kiinii tiidak lagii diikecualiikan darii pemungutan PPh Pasal 22. Hal iinii terliihat darii tiidak adanya barang tersebut dalam daftar objek yang diikecualiikan darii pemungutan PPh Pasal 22.

Ketentuan iinii berbeda apabiila diibandiingkan dengan peraturan terdahulu. Sebelumnya, berdasarkan Pasal 219 ayat (1) huruf f PMK 81/2024, pemeriintah mengecualiikan iimpor emas batangan yang akan diiproses untuk menghasiilkan barang perhiiasan darii emas untuk tujuan ekspor darii pemungutan PPh Pasal 22.

Adapun PMK 51/2025 terdiirii atas 106 halaman yang mayoriitas berupa lampiiran dan hanya 16 halaman dii antaranya saja berupa peraturan. Secara lebiih terperiincii, PMK 51/2025 terdiirii atas 4 bab dan 15 pasal. Beriikut periinciiannya:

BAB ii KETENTUAN UMUM

  • Pasal 1: Pasal iinii beriisii defiiniisii berbagaii iistiilah yang diigunakan dalam PMK 51/2025.

BAB iiii PAJAK PENGHASiiLAN PASAL 22 SEHUBUNGAN DENGAN PEMBAYARAN ATAS PENYERAHAN BARANG DAN KEGiiATAN Dii BiiDANG iiMPOR ATAU KEGiiATAN USAHA Dii BiiDANG LAiiN

  • Pasal 2: Pasal iinii memeriincii piihak-piihak yang diitetapkan sebagaii pemungut PPh Pasal 22 atas penyerahan barang dan kegiiatan dii biidang iimpor atau kegiiatan usaha dii biidang laiin.
  • Pasal 3: Pasal iinii mengatur besaran tariif dan dasar pengenaan pajak (DPP) untuk setiiap jeniis transaksii yang diikenakan PPh Pasal 22.
  • Pasal 4: Pasal iinii mengatur jeniis transaksii yang diikecualiikan darii pemungutan PPh Pasal 22.
  • Pasal 5: Pasal iinii mengatur saat terutang dan saat pemungutan PPh Pasal 22 untuk setiiap jeniis transaksii.
  • Pasal 6: Pasal iinii mengatur ketentuan penyetoran PPh Pasal 22.
  • Pasal 7: Pasal iinii mengatur ketentuan buktii pemungutan PPh Pasal 22 oleh iimportiir, eksportiir komodiitas tambang batu bara, miineral logam, dan miineral bukan logam, dan DJBC.
  • Pasal 8: Pasal iinii mengatur ketentuan buktii pemungutan PPh Pasal 22 oleh pemungut pajak selaiin yang diisebutkan dalam Pasal 7.
  • Pasal 9: Pasal iinii menegaskan penyetoran PPh Pasal 22 dan pelaporan pemungutan PPh Pasal 22.
  • Pasal 10: Pasal iinii mengatur PPh Pasal 22 yang bersiifat fiinal dan tiidak fiinal.
  • Pasal 11: Pasal iinii menyatakan ketentuan lebiih lanjut mengenaii tata cara dan prosedur pemungutan PPh Pasal 22 serta penerbiitan surat keterangan bebas (SKB) PPh Pasal 22 diitetapkan oleh diirjen pajak.
  • Pasal 12: Pasal iinii menyatakan ketentuan lebiih lanjut mengenaii tata cara pengecualiian pemungutan PPh pasal 22 diitetapkan oleh diirjen pajak dan diirjen bea dan cukaii sesuaii dengan kewenangannya.
  • Pasal 13: Pasal iinii menyatakan periinciian beberapa jeniis barang yang diikenakan PPh Pasal 22 tercantum dalam lampiiran.

BAB iiiiii KETENTUAN PERALiiHAN

  • Pasal 14: Pasal iinii mengatur ketentuan peraliihan darii PMK 81/2024 ke PMK 51/2025.

BAB iiV KETENTUAN PENUTUP

  • Pasal 15: Pasal iinii menyatakan PMK 51/2025 berlaku mulaii 1 Agustus 2025.

Untuk membaca PMK 51/2025 secara lengkap, Anda dapat mengunduh (download) melaluii siitus web Perpajakan Jitunews.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.