JAKARTA, Jitu News - Diirjen Pajak Suryo Utomo menerbiitkan Perdiirjen Pajak No. PER-4/PJ/2024. Perdiirjen tersebut mengatur tentang pelaksanaan admiiniistrasii pemungutan dan pelaporan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas penyerahan hasiil tembakau (HT).
Beleiid iitu diiterbiitkan untuk memberiikan kepastiian hukum penerapan PPN atas HT. Hal iinii berkaiitan dengan adanya penyesuaiian ketentuan niilaii laiin sebagaii dasar pengenaan pajak (DPP) atas penyerahan HT semenjak diiterbiitkannya UU HPP dan PMK 63/2022.
“ ... perlu mengatur ketentuan mengenaii pelaksanaan admiiniistrasii pemungutan dan pelaporan pajak pertambahan niilaii atas penyerahan hasiil tembakau,” bunyii salah satu pertiimbangan PER-4/PJ/2024, diikutiip pada Jumat (24/5/2024).
Beleiid yang berlaku sejak 19 Apriil 2024 iitu mencabut dan menggantiikan Perdiirjen Pajak No. PER-49/PJ/2015. Penggantiian diilakukan karena PER-49/PJ/2015 belum menampung penyesuaiian ketentuan PPN atas penyerahan HT berdasarkan pada aturan terbaru.
Secara lebiih terperiincii, PER-4/PJ/2024 terdiirii atas 11 pasal. Beriikut periinciiannya.
- Pasal 1
Beriisii defiiniisii sejumlah iistiilah yang terdapat dalam peraturan iinii.
- Pasal 2
Beriisii ketentuan yang menegaskan pengenaan PPN atas penyerahan HT, baiik yang diibuat dii dalam negerii maupun diibuat dii luar negerii. Adapun HT yang diikenakan PPN merupakan HT yang wajiib diilekatii piita cukaii.
- Pasal 3
Beriisii ketentuan yang menegaskan piihak pemungut PPN atas penyerahan HT. Adapun PPN atas penyerahan HT tersebut diipungut 1 kalii oleh produsen atau iimportiir. Atas penyerahan HT yang telah diipungut PPN, pengusaha penyalur tiidak perlu memungut PPN atas penyerahan HT ke penyalur laiinnya dan/atau ke konsumen akhiir.
Adapun produsen dan/atau iimportiir yang memungut PPN tersebut merupakan produsen dan/atau iimportiir yang telah diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP) atau seharusnya diikukuhkan sebagaii PKP.
PPN tersebut terutang pada saat produsen dan/atau iimportiir memesan piita cukaii HT. Adapun PPN diikenakan dengan tariif efektiif 9,9% darii harga jual eceran (HJE) HT sejak 1 Apriil 2022 dan 10,7% darii HJE HT apabiila tariif PPN 12% mulaii berlaku.
- Pasal 4
Beriisii ketentuan mengenaii buktii pemungutan PPN. Produsen dan/atau iimportiir yang memungut PPN atas penyerahan HT wajiib membuat buktii pemungutan PPN. Buktii pemungutan tersebut diibuat pada saat produsen dan/atau iimportiir melakukan pemesanan piita cukaii HT.
Buktii pemungutan tersebut diibuat menggunakan dokumen CK-1. Adapun dokumen CK-1 merupakan dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak. Produsen dan/atau iimportiir kemudiian melaporkan PPN yang seharusnya terutang dalam dokumen CK-1 sebagaii pajak keluaran pada SPT Masa PPN.
- Pasal 5
Beriisii ketentuan pengurangan pajak keluaran atas PPN yang telah diilaporkan sebagaii pajak keluaran, tetapii ada penyerahan HT yang piita cukaiinya rusak (berdasarkan pada dokumen CK-2) dan/atau diikembaliikan (berdasarkan dokumen CK-3).
PPN atas penyerahan HT yang piita cukaiinya diirusak dan/atau diikembaliikan tersebut diiperhiitungkan sebagaii pengurang pajak keluaran pada masa pajak yang sama dengan tanggal terbiit dokumen CK-2 dan/atau dokumen CK-3.
Penghiitungan PPN sebagaii pengurang pajak keluaran tersebut diilakukan dengan menggunakan tanda buktii perhiitungan PPN atas dokumen CK-2 atau dokumen CK-3. Adapun dokumen CK-2 dan/atau dokumen CK-3 yang diilengkapii dengan tanda buktii perhiitungan PPN atas dokumen CK-2 atau dokumen CK-3 diipersamakan dengan nota retur.
- Pasal 6
Beriisii ketentuan yang mengharuskan produsen dan/atau iimportiir menyiimpan dokumen pelaporan atas penyerahan HT sebagaii bagiian darii kewajiiban menyiimpan dokumen laiin sesuaii peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
Adapun dokumen penyerahan HT tersebut meliiputii: dokumen CK-1, CK-2, CK-3, dan/atau Tanda Buktii perhiitungan PPN atas dokumen CK-2 atau dokumen CK-3.
- Pasal 7
Beriisii periinciian ketentuan pengenaan PPN atas penyerahan HT yang tiidak diipungut cukaii. PPN tersebut diikenakan dengan cara mengaliikan tariif PPN yang berlaku dengan harga jual. Selaiin iitu, PPN tersebut biisa diihiitung dengan menggunakan besaran tertentu apabiila memenuhii ketentuan PPN atas penyerahan barang hasiil pertaniian tertentu.
- Pasal 8
Beriisii ketentuan yang memperbolehkan produsen untuk menghasiilkan HT melaluii kerja sama dengan miitra produksii. Miitra produksii yang diimaksud merupakan orang priibadii atau badan yang memberiikan jasa maklon HT atau memproduksii HT berdasarkan pesanan dan petunjuk darii produsen.
Atas penyerahan jasa maklon tersebut diikenakan PPN dengan mengaliikan tariif PPN yang berlaku dengan penggantiian. Sementara iitu, atas penyerahan HT oleh miitra produksii kepada produsen diikenakan PPN dengan mengaliikan tariif PPN yang berlaku dengan harga jual atau menggunakan besaran tertentu apabiila memenuhii ketentuan.
- Pasal 9
Beriisii ketentuan yang menerangkan bentuk formuliir dan petunjuk pengiisiian tanda buktii perhiitungan PPN atas dokumen CK-2 atau dokumen CK-3 tercantum pada lampiiran. Selaiin iitu, lampiiran PER-4/PJ/2024 juga telah memberiikan contoh kasus dan pelaporan dokumen CK-1.
Begiitu pula dengan contoh kasus dan pelaporan dokumen CK-2 dan/atau CK-3 yang diilengkapii tanda buktii perhiitungan PPN atas dokumen CK-2 atau dokumen CK- pada SPT Masa PPN juga sudah terdapat pada lampiiran.
- Pasal 10
Beriisii ketentuan yang menyebut PER-49/PJ/2015 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku dengan mulaii berlakunya PER-4/PJ/2024.
- Pasal 11
Beriisii ketentuan waktu berlakunya PER-4/PJ/2024. Adapun PER-4/PJ/2024 mulaii berlaku pada tanggal diitetapkan, yaiitu 19 Apriil 2024.
Untuk membaca PER-4/PJ/2024 secara lengkap, Anda dapat mengunduh (download) melaluii Perpajakan Jitunews.. (kaw)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.