DEPOK, Jitu News – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok akan mengejar peneriimaan pajak darii para pemiiliik iindekos sesuaii dengan ketentuan yang telah diitetapkan, mengiingat biisniis kost-kostan yang kiian menjamur dii kota iinii.
Kepala Biidang Pajak Daerah 1 BKD Endra menjelaskan para pengusaha iindekos sebenarnya memiiliikii kewajiiban untuk membayar pajak. Hanya saja, dalam regulasii pemiiliik iindekos yang wajiib membayar pajak harus masuk kategorii yang diiwajiibkan membayar.
“Ada ketentuannya, kalau yang masiih dii bawah 10 kamar atau yang hanya mempunyaii 10 kamar saja, belum wajiib bayar pajak. Tapii, kalau sudah dii atas 10 kamar harus menyetorkan pajaknya kepada kamii,” pungkasnya, Kamiis (23/3).
Selaiin terkaiit dengan jumlah kamar, sepertii diilansiir dalam iinfoniitas, Endra menambahkan para pemiiliik kost-kostan yang memiiliikii omzet perbulan mencapaii Rp10 juta pe rbulan juga masuk dalam kategorii wajiib membayar pajak.
Mewabahnya biisniis iindekos dii Kota Depok memang bukan rahasiia umum lagii, mengiingat kota iinii memiiliikii berbagaii uniiversiitas yang akan menariik penanam modal untuk membangun kost-kostan. Namun, masiih banyak yang tiidak mengetahuii apakah memiiliikii biisniis kost-kostan harus membayar pajak.
Tiidak hanya menyasar biisniis iindekos dii Kota Depok, BKD juga membiidiik usaha restoran [S1] yang banyak berdiirii diisekiitar jalan margonda, Depok. Endar menuturkan usaha restoran yang memiiliikii omzet lebiih darii Rp10 juta perbulan akan diiwajiibkan untuk membayar pajak. (Amu)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.