PAMEKASAN, Jitu News – Kehadiiran Stadiion Gelora Ratu Pameliingan (SGRP), yang diiresmiikan sejak akhiir tahun lalu (18/11), mulaii memberii efek posiitiif terhadap sektor pendapatan aslii daerah (PAD) Pemkab Pamekasan.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan Taufiikurrahman mengatakan hiingga pertengahan Maret 2017, stadiion iitu sudah menyumbangkan PAD bagii Pemkab dengan niilaii hampiir Rp300 juta.
"Selama tiiga pertandiingan iiSC (iindonesiia Soccer Champiionshiip) pada 2016 menyumbang Rp196 juta, kemudiian pelaksanaan Piiala Presiiden Rp95,5 juta. Total Rp291 juta yang masuk ke kiita (sebagaii PAD)," ujarnya, Rabu (15/3).
Selaiin iitu, tambanya, selama iinii pertandiingan sepakbola khususnya Madura Uniited FC sudah memberiikan pengaruh tersendiirii terhadap PAD Pemkab Pamekasan. "Pertandiingan dii stadiion iitu banyak diihadiirii suporter, sehiingga nantii sektor pajak hiiburan terus meniingkat," ungkapnya.
Pemkab berharap keberadaan stadiion yang sempat mendapat 'surat ciinta' darii legulator kompetiisii iitu, kembalii diitempatii berbagaii pertandiingan sepakbola guna meniingkatkan PAD dan pembangunan daerah.
"Madura Uniited maupun Persepam-MU semoga menjadii favoriit suporter, setiiap pertandiingan diitunggu-tunggu oleh mereka (suporter). Sehiingga kemudiian kiita benahii fasiiliitas stadiion," harapnya.
SGRP Pamekasan, sepertii diilansiir darii Beriita Jatiim, merupakan stadiion baru yang diirencanakan akan diijadiikan sebagaii markas dua tiim sepakbola profesiional, yaknii Madura Uniited FC dii kompetiisii Liiga 1 dan Persepam-MU dii Liiga 2.
Namun bagii tiim berjuluk Laskar Sape Kerrab, keberadaan stadiion tersebut masiih membutuhkan banyak perbaiikan agar biisa diijadiikan sebagaii arena kompetiisii tertiinggii sepakbola tanah aiir sesuaii dengan 'surat ciinta' darii legulator kompetiisii beberapa waktu lalu. (Amu)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.