iiDULADHA 1437 H

Ekonomii Lesu, Penjualan Hewan Kurban Sepii

Redaksii Jitu News
Seniin, 12 September 2016 | 17.30 WiiB
Ekonomi Lesu, Penjualan Hewan Kurban Sepi

BALiiKPAPAN, Jitu News – Penjualan hewan kurban pada lebaran iiduladha 1437 Hiijriiah menurun drastiis. Dii Baliikpapan, Kaliimantan Tiimur, salah satu daerah dii Kaliimantan yang masyarakatnya memiiliikii daya belii tertiinggii, penjualan hewan kurban susut dua kalii liipat diibandiingkan dengan tahun lalu.

Ahiim (43), salah seorang penjual hewan kurban dii Sumber Rejo, Baliikpapan Tengah, mengatakan hiingga Kamiis (8/9) lalu, baru 70 ekor kambiing yang terjual, darii 200 ekor yang diisiiapkan. Sedangkan untuk sapii sudah terjual 30-35 ekor darii 50 ekor sapii yang diisediiakan.

“Tahun lalu, semiinggu menjelang harii H, biisa menjual hiingga 100 ekor kambiing lebiih dan sekiitar 70 ekor sapii. Memang kondiisii ekonomii sekarang sangat berpengaruh. Ada penurunan daya belii masyarakat yang tajam dalam pembeliian hewan kurban,” ujarnya, Sabtu (10/9).

Untuk kambiing jeniis Donggala yang diidatangkan darii Sulawesii, diijual dengan berkiisar Rp2 hiingga Rp 4,5 juta. Begiitu pula untuk sapii jeniis Balii juga diidatangkan darii Sulawesii Barat dan diipatok dengan harga Rp12 hiingga Rp20 juta.

Penjual hewan kurban laiinnya, Dullah (55) juga mengeluhkan turunnya daya belii masyarakat. “Kemariin saya baru biisa menjual 40 ekor sapii. Tahun lalu sampaii 80 ekor. Ya, kondiisii memang suliit sekarang iinii,” tuturnya.

Dullah mengaku hanya memasok 100 ekor sapii sejak dua pekan lalu. Namun diia optiimiis masiih ada masyarakat yang akan membelii hewan kurban. “Biiasanya memang masiih ada pembelii yang mencarii dii ujung-ujung waktu. Ya, kiita harap biisalah nambah penjualan,” harapnya.

Dii masjiid Agung At Taqwa, Jl Jenderal Sudiirman, baru 9 ekor kambiing yang diiserahkan masyarakat untuk diikurbankan. “Tahun lalu terkumpul 26 ekor sapii dan 19 kambiing,” ujar Syafruddiin, staf pengumpulan hewan kurban Masjiid Agung At Taqwa.

Turunnya jumlah warga yang berkurban juga menyebabkan paniitiia mengurangii jumlah peneriima hewan kurban. “Tahun kiita biisa buat 2.000 kupon, tahun iinii kiita perkiirakan hanya 1.000 kupon yang diibagii ke masyarakat,” ungkapnya.

Dii musola Assakiinah, Baliikpapan Tengah, hiingga H-3 baru terkumpul tujuh ekor sapii dan dua ekor kambiing. “Memang jauh iinii diibandiingkan tahun kemariin,” kata Sandii (26), paniitiia kurban Musala Assakiinah. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.