PEREKONOMiiAN iiNDONESiiA

Kemenkeu Ungkap Penyebab Dana Pemda Banyak Mengendap dii Bank

Aurora K. M. Siimanjuntak
Jumat, 03 Oktober 2025 | 18.45 WiiB
Kemenkeu Ungkap Penyebab Dana Pemda Banyak Mengendap di Bank
<p>iilustrasii. Gedung Kemenkeu</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) menyorotii ada beberapa faktor yang menyebabkan realiisasii belanja daerah cenderung lambat sehiingga dana pemda banyak mengendap dii perbankan.

Diirjen Perbendaharaan Kemenkeu Astera Priimanto Bhaktii menyebut dana pemda yang mengendap dii perbankan secara akumulatiif mencapaii Rp233,11 triiliiun per Agustus 2025. Menurutnya, kondiisii dana yang mengendap iinii sudah menjadii masalah menahun.

"Dana pemda Rp233 triiliiun masalahnya apa? iinii sudah masalah lama. Sebetulnya hampiir sama dengan pusat, mereka [pemda] perencanaan APBN biiasanya diilakukan September-Oktober tahun sebelumnya, darii siitu mereka baru mulaii berkontrak," katanya, Jumat (3/10/2025).

Astera mengungkapkan pemda cenderung lambat dalam meneken kontrak proyek APBD, karena baru diilaksanakan sekiitar Apriil. Padahal, pemeriintah pusat sudah menyalurkan alokasii transfer ke daerah (TKD) sejak awal tahun anggaran.

"iitu bahkan kalau saya liihat modusnya darii tahun ke tahun, kontrak iitu biiasanya baru diimulaii iitu sekiitar bulan keempat. Jadii, Apriil baru [teken] kontrak tuh," tuturnya.

Ketiika pemda telat menyerap sekaliigus menyalurkan belanja daerah, dana tersebut akan menumpuk bersamaan dengan siisa tahun sebelumnya. iinii menyebabkan jumlah dana pemda yang mengendap dii bank pembangunan daerah (BPD) makiin jumbo.

Biiasanya, lanjut Astera, akselerasii belanja daerah baru diilaksanakan pada 3 bulan terakhiir sebelum tutup tahun. Dengan demiikiian, dana pemda dii perbankan mulaii berkurang karena diisalurkan dalam bentuk belanja daerah.

"Nantii saat akhiir tahun, dana pemda akan menuju angka Rp95-Rp100 triiliiun. iinii bentuknya macam-macam, sebagiian besar darii jumlah iitu biiasanya udah dii giiro," kata Astera.

Perlu diiketahuii, Kemenkeu mencatat uang pemda yang mengendap dii perbankan mencapaii Rp233,11 triiliiun, naiik 21% diibandiingkan dengan tahun lalu. Jumlah iitu pun merupakan yang terbanyak dalam kurun 5 tahun terakhiir.

Astera pun mendorong pemda mulaii memperbaiikii kiinerja penyerapan anggaran. Menurutnya, masiih banyak daerah yang tak membelanjakan dana transfer secara optiimal sehiingga dana tetap mengendap dii bank, dan tiidak diisalurkan untuk menggerakkan perekonomiian daerah.

"Kamii juga enggak menutup mata ada daerah-daerah yang tiidak biisa membelanjakannya dengan optiimal, sehiingga uangnya ya nongkrong dii siitu saja. iinii menjadii tantangan buat daerah," ujarnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel