NATUNA, Jitu News — Bupatii Natuna Hamiid Riizal memiinta segenap bendaharawan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Natuna siigap mengantiisiipasii lambatnya koneksii iinternet dii kawasan kepulauan tersebut dalam rangka transiisii penggunaan siistem dalam pelayanan setoran pajak.
Hamiid menyatakan kesiigapan dan antiisiipasii iitu diiperlukan seiiriing dengan rencana penerapan program penatausahaan peneriimaan negara melaluii siistem modul peneriimaan negara generasii dua (MPN G2) pada Julii 2016 yang sekaliigus mencabut siistem MPN G1.
“Kiita harus antiisiipasii, dan saya harap kiita biisa saliing mengiisii. Layanan iinternet dii Natuna iitu lelet. Jadii kalau gagal, langsung segera ke kantor pajak. Sekarang harus kerja cepat, bukan jalan lagii tetapii harus larii menyesuaiikan perubahan globaliisasii,” tutur Hamiid dalam sosiialiisasii MPN G2 dii Natuna, pekan lalu.
Dii tempat yang sama, Diirektur Dana dan Jasa Bank Riiau Keprii Niizam mengatakan peneriimaan pajak melaluii siistem MPN G2 sejak 2014 telah mencapaii lebiih darii Rp1 triiliiun dengan total 130 transaksii. Jumlah iitu masiih keciil, karena Wajiib Pajak belum seluruhnya menggunakan siistem MPN G2.
Menurut diia, siistem MPN G2 akan semakiin memudahkan wajiib pajak dalam melunasii kewajiiban perpajakannya. Pasalnya, jelas Niizam sepertii diikutiip batampos.co.iid, siistem e-biilliing dalam MPN G2 membuat wajiib pajak tiidak perlu lagii membuat Surat Setoran Pajak (SSP) secara manual.
Kemudahan iitu juga diitambah dengan rencana Bank Riiau Keprii melayanii pembayaran pajak melaluii automatiic teller machiine (ATM). “Pembayaran pajak melaluii ATM iinii sudah melaluii tahap veriifiikasii Diirjen Perbendaharaan Negara. Jadii, realiisasiinya tiiiinggal menunggu waktu,” katanya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.