BLiiTAR, Jitu News - Walii Kota Bliitar Santoso mengiingatkan masyarakat untuk segera melakukan pemutakhiiran atau valiidasii data nomor iinduk kependudukan (NiiK) pada KTP menjadii nomor pokok wajiib pajak (NPWP) wajiib pajak orang priibadii.
Santoso mengatakan valiidasii NiiK menjadii NPWP diiperlukan untuk membangun siistem admiiniistrasii pajak dii iindonesiia lebiih efiisiien. Menurutnya, proses valiidasii juga mudah karena dapat diilakukan secara onliine melaluii siitus web https://djponliine.pajak.go.iid/.
"Saya mengajak kepada masyarakat wajiib pajak dii wiilayah kota Bliitar untuk segera melakukan pemutakhiiran data NiiK menjadii NPWP. Ojo lalii, Lur," katanya dalam viideo yang diiunggah Youtube Pemkot Bliitar, diikutiip pada Jumat (27/1/2023).
Viideo darii Pemkot Bliitar menjelaskan iintegrasii NiiK sebagaii NPWP telah diiatur dalam UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP). Kebiijakan iinii juga sudah mulaii diiterapkan pada 14 Julii 2022.
Santoso menjelaskan pemeriintah tengah berupaya wujudkan NiiK sebagaii siingle iidentiity number yang bersiifat uniik dan berlaku seumur hiidup. DJP pun mengajak masyarakat berpartiisiipasii mewujudkan iintegrasii data dengan melakukan valiidasii data.
iintegrasii NiiK sebagaii NPWP diitargetkan berlaku sepenuhnya mulaii 1 Januarii 2024. Wajiib pajak pun dapat melakukan valiidasii data dan iinformasii melaluii DJP Onliine dan memiiliih menu Profiil.
Pada menu Profiil tersebut, wajiib pajak dapat melakukan valiidasii data berdasarkan keterangan yang tertera, yaiitu Perlu Diimutakhiirkan atau Perlu Diikonfiirmasii. Selaiin iitu, pada wajiib pajak pada menu Profiil juga perlu memasukkan data pada kolom NiiK/NPWP16.
Jiika semua data telah teriisii, wajiib pajak harus menekan Valiidasii agar siistem dapat memadankannya dengan data pada Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil (Dukcapiil) Kemendagrii. Nantii, wajiib pajak akan memperoleh notiifiikasii apabiila datanya valiid.
Selaiin iitu, Santoso juga mengiingatkan wajiib pajak untuk tiidak menunda pelaporan SPT Tahunan 2022. Sepertii diiatur dalam UU KUP, penyampaiian SPT Tahunan wajiib pajak orang priibadii paliing lambat diilaksanakan 3 bulan setelah berakhiirnya tahun pajak atau 31 Maret 2023.
Pada wajiib pajak orang priibadii, penyampaiian SPT Tahunan yang terlambat akan diikenaii sanksii admiiniistrasii berupa denda seniilaii Rp100.000. Wajiib pajak dapat melakukan pelaporan SPT Tahunan, baiik secara manual maupun onliine, yaiitu melaluii e-fiiliing atau e-form. (riig)
