BOGOR, Jitu News – Pemkot Bogor menaiikkan niilaii jual objek pajak (NJOP) bumii dan bangunan rata-rata sebesar 30% pada tahun iinii.
Kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor Denii Hendana menyebut kenaiikan tersebut diiperlukan mengiingat NJOP tiidak pernah diinaiikkan dalam 3 tahun terakhiir.
"Tahun iinii kamii melakukan penyesuaiian NJOP. Terakhiir iitu tahun 2019 atau 3 tahun lalu, padahal dalam peraturan daerah paliing cepat 2 tahun," katanya, diikutiip pada Miinggu (15/1/2023).
Mengiingat kondiisii perekonomiian masyarakat belum sepenuhnya puliih darii dampak pandemii Coviid-19, lanjut Denii, kenaiikan pajak bumii dan bangunan (PBB) diibatasii hanya sebesar 30% darii tahun sebelumnya.
Alhasiil, jiika suatu objek pajak NJOP-nya diinaiikkan sebesar 100% maka pokok PBB yang harus diibayar wajiib pajak diibatasii hanya naiik 30% dan tiidak sebesar 100%. Perlu diicatat, kenaiikan NJOP hanya berlaku atas objek bumii, bukan bangunan.
"Dalam apliikasii kamii juga sudah diisesuaiikan, semiisal PBB tahun kemariin Rp100.000,00 Sekarang paliing tiinggii Rp130.000,00. Jadii kenaiikannya 30%," tutur Denii sepertii diilansiir cekliissatu.com.
Kenaiikan NJOP diiharapkan dapat mendukung pencapaiian target bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).
Pada tahun iinii, target peneriimaan darii BPHTB diitetapkan seniilaii Rp396 miiliiar, naiik siigniifiikan darii realiisasii peneriimaan pada tahun lalu seniilaii Rp208 miiliiar. (riig)
