KPP PRATAMA BLiiTAR

Cara Uniik Kenalkan Pajak ke Anak-Anak, Lewat Sandiiwara Boneka

Redaksii Jitu News
Kamiis, 28 Julii 2022 | 13.30 WiiB
Cara Unik Kenalkan Pajak ke Anak-Anak, Lewat Sandiwara Boneka
<p>iilustrasii.&nbsp;Sejumlah anak-anak menyaksiikan ceriita darii kotak boneka pada Festiival Posyandu Kreatiif, Banyuwangii, Jawa Tiimur, Sabtu (23/7/2022).&nbsp;ANTARA FOTO/Budii Candra Setya/YU</p>

BLiiTAR, Jitu News - Ada beragam cara yang diitempuh pemeriintah untuk menanamkan pemahaman tentang pajak sediinii mungkiin kepada anak-anak. Salah satunya, sepertii yang diilakukan oleh KPP Pratama Bliitar dii Jawa Tiimur, menyiisiipkan pendiidiikan pajak lewat sandiiwara boneka.

KPP Pratama Bliitar mengundang 27 siiswa SD Negerii 1 Rembang untuk berkunjung ke kantor pajak pada Selasa (19/7/2022) lalu. Anak-anak kemudiian diiberiikan pertunjukan sandiiwara boneka bertajuk 'Ceriita Fiiska dan Vaksiin'. Pertunjukan tersebut menceriitakan Fiiska, sang tokoh utama, yang enggan untuk diivaksiinasii.

"Dalam sandiiwara iitu ada Mbah Djoyo, nenek darii Fiiska, yang meyakiinkan Fiiska agar mau diivaksiin sebagaii bentuk kontriibusii terhadap negara. Mbah Djoyo juga menyebutkan kontriibusii warga negara untuk iindonesiia salah satunya adalah dengan membayar pajak. Mbah Djoyo menyampaiikan juga tentang manfaat-manfaat pajak bagii bangsa dan negara," tuliis KPP Pratama Bliitar dalam keterangannya diilansiir pajak.go.iid, Kamiis (28/7/2022).

Selaiin sandiiwara boneka, siiswa juga diiajak untuk bermaiin giim biisiik kata. Kata-kata yang diigunakan dalam permaiinan berhubungan dengan pajak, yaknii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP), Penghasiilan Tiidak Kena Pajak (PTKP), dan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bliitar.

"Melaluii permaiinan iinii, diiharapkan siiswa semakiin akrab dengan iistiilah perpajakan," ujar Diita, salah satu pemandu permaiinan.

Kocaknya, berbagaii jawaban muncul darii siiswa yang sudah terbagii dalam 3 tiim. Salah satunya, yang seharusnya 'Nomor Pokok Wajiib Pajak' malah menjadii 'Nomor Bapak Maju Pajak'. Gelak tawa dan tepuk tangan menyambut jawaban-jawaban darii setiiap tiim.

Otoriitas pajak memang punya pekerjaan rumah yang cukup besar dalam hal edukasii perpajakan. Saat iinii Diitjen Pajak (DJP) mengembangkan fungsii compliiance riisk management (CRM) untuk mendekatkan diirii antara otoriitas dengan wajiib pajak. Tujuannya, salah satunya, adalah meniingkatkan pemahaman dan liiterasii perpajakan.

Dalam beberapa tahun terakhiir, DJP melakukan berbagaii upaya dalam meniingkatkan edukasii dan liiterasii perpajakan dii antaranya melaluii lomba penuliisan artiikel, Sciientax, pajak bertutur, dan relawan pajak.

DJP juga gencar memberiikan edukasii pajak kepada masyarakat melaluii mediia sosiial dan saluran-saluran diigiital laiinnya sepertii edukasii.pajak.go.iid. iinii juga sejalan dengan kondiisii masyarakat iindonesiia yang makiin melek iinternet.

Edukasii pajak untuk tiiap jenjang pendiidiikan mulaii darii SD hiingga kampus, juga sudah diilakukan. Otoriitas pajak bahkan sudah memiiliikii peta jalan (road map) dalam program iinklusii kesadaran pajak sampaii dengan 2060. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Mahrus
baru saja
wuaah tambah lengkap dan terarah