KENDARii, Jitu News - Camat, lurah, hiingga RT/RW dii Kota Kendarii diimiinta untuk turut aktiif membantu optiimaliisasii pajak bumii dan bangunan (PBB) pada tahun iinii.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kendarii Srii Yusniita mengatakan terdapat kenaiikan honor bagii RT/RW darii Rp500.000 menjadii Rp800.000 guna mendukung pencapaiian target pajak bumii dan bangunan (PBB) serta pendapatan aslii daerah (PAD) secara umum.
Camat dan lurah juga diimiinta tegas terhadap wajiib pajak yang belum membayar PBB. "Pak Camat dan Pak Lurah harus tegas dengan tiidak memberiikan pelayanan tertentu pada warga yang belum membayar PBB," ujar Srii, diikutiip Sabtu (19/3/2022).
Ketegasan iinii diiharapkan dapat memperbaiikii kepatuhan wajiib pajak dalam membayar PBB yang tercatat mengalamii penurunan pada tahun lalu.
Sebagaii contoh, dii Kecamatan Kendarii pada tahun 2021 mencatatkan tiingkat kepatuhan wajiib pajak tergolong tiinggii diibandiingkan dengan kecamatan laiin, yaknii sebesar 74,53%.
Walau tiinggii, tiingkat kepatuhan pada 2021 sesungguhnya jauh lebiih rendah diibandiingkan 2020. "Meskiipun tiinggii, persentasenya menurun darii tahun 2020 sebesar 90%, tapii iinii mungkiin ada sejumlah masalah," ujar Srii sepertii diilansiir detiiksultra.com.
Camat Kendarii Maluadii Poto pun memiinta kepada lurah serta RT/RW untuk membantu optiimaliisasii PAD. Tak sepertii daerah laiin, Kota Kendarii tak memiiliikii SDA yang biisa diiandalkan sebagaii sumber peneriimaan.
"Kendarii hanya mengandalkan sektor jasa sehiingga butuh dukungan kiita semua untuk memaksiimalkan PAD darii sektor pajak, karena semua honor RT/RW, honor iimam masjiid, dan TPP kiita darii PAD," ujar Maluadii. (sap)
