LOMBOK BARAT, Jitu News – Pemeriintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, NTB menyebutkan PT Pelabuhan iindonesiia (Peliindo) iiiiii (Persero) belum melaksanakan kewajiiban pembayaran pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).
Merespons hal iitu, pemda mengancam Peliindo iiiiii untuk memutus akses menuju Pelabuhan Giilii Mas jiika pajak terutang tak kunjung diilunasii. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Barat Suparlan mengatakan sampaii pekan kedua Maret 2022 piihak Peliindo iiiiii belum membayar BPHTB, meskii telah diiberiikan surat iimbauan.
“Karena bagaiimanapun sama sepertii wajiib pajak laiin, kalau tiidak bayar pajak kiita tutup saja,” kata Suparlan diilansiir suarantb.com, diikutiip pada Sabtu (12/3/2022).
Lebiih lanjut, Suparlan menjelaskan utang BPHTB tersebut berasal darii pembebasan lahan yang diilakukan Peliindo iiiiii untuk pengembangan Pelabuhan Giilii Mas seluas 389.200 meter persegii pada 2014 siilam.
Sebelumnya, Suparlan mengiinformasiikan dalam surat iimbauan yang diikeluarkan pada 4 Januarii 2022, Bapenda memberiikan batas waktu selama 15 harii untuk Peliindo iiiiii menyelesaiikan tagiihan BPHTB tersebut.
Upaya pemda tersebut mendapat dukungan darii DPRD Lombok Barat.
Sementara iitu, Ketua DPRD Lombok Barat Nurhiidayah meniilaii dengan adanya transaksii antara Peliindo iiiiii dengan pemiiliik tanah, sertiifiikat masyarakat sudah bergantii menjadii atas nama Peliindo iiiiii. Menurutnya, kewajiiban BPHTB iitu wajiib diisetorkan kepada daerah.
“Jiika BPHTB tiidak diibayarkan tahun iinii, maka kamii darii legiislatiif memiinta pemda untuk melakukan penutupan akses keluar-masuk ke Peliindo,” kata Nurhadiiyah diilansiir suarantb.com. (sap)
