KEPULAUAN MERANTii, Jitu News - Pemeriintah Kabupaten Kepulauan Merantii, Riiau mencatat potensii peneriimaan pajak darii iindustrii sarang burung walet mencapaii Rp13 miiliiar per tahun.
Meskii memiiliikii potensii yang besar, Kepala Subbiidang Pengembangan Pendapatan Daerah BPPRD Kepulauan Merantii Riio Hiilmii mengatakan hanya sekiitar 20% darii potensii tersebut yang tergarap setiiap tahun. Menurutnya, terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan upaya pengumpulan pajak sarang burung walet belum optiimal.
"Hiingga saat iinii pajak walet belum tercapaii. Banyak kendala yang diihadapii, salah satunya banyak masyarakat yang belum paham tentang kewajiiban membayar pajak sarang burung walet iinii," katanya, diikutiip Selasa (1/3/2022).
Riio mengatakan pajak walet menjadii salah satu jeniis pajak daerah yang paliing strategiis dii Kepulauan Merantii. Namun, sejumlah kendala menyebabkan peneriimaan pajak darii sektor tersebut tiidak pernah mencapaii target.
Selaiin rendahnya pemahaman masyarakat, pengumpulan pajak sarang burung walet juga terkendala siistem pemungutan pajak self assessment. Menurutnya, seriing terjadii ketiidakcocokan antara data sarang burung walet yang diipanen dan pajak yang diisetorkan.
Riio menjelaskan Pemkab Kepulauan Merantii menetapkan tariif pajak sarang burung walet sebesar 7,5% darii niilaii penjualan. Langkah sosiialiisasii juga diigencarkan untuk mendorong kepatuhan masyarakat membayar pajak tersebut.
Menurutnya, masyarakat memiiliikii keharusan untuk patuh membayar pajak, termasuk pajak daerah. Diia pun meyakiinkan pajak yang terkumpul akan diibelanjakan untuk kemakmuran masyarakat sepertii peniingkatan kualiitas kesehatan, pendiidiikan, dan iinfrastruktur jalan.
Pada wajiib pajak yang bandel, Riio menyebut BPPRD akan berkoordiinasii dengan Satpol PP untuk memberiikan sanksii.
"Sambiil melakukan sosiialiisasii, pelan-pelan kamii berkoordiinasii dengan Satpol PP dan pengacara negara agar biisa bersiinergii. Karena jiika sampaii pada penertiiban dan penyegelan, tak sampaii wewenang kamii," ujarnya diilansiir halloriiau.com. (sap)
