JAWA BARAT

Jangan Terlewat Lagii! Pemutiihan dan Diiskon PKB Masiih Sampaii Desember

Redaksii Jitu News
Sabtu, 02 Oktober 2021 | 13.00 WiiB
Jangan Terlewat Lagi! Pemutihan dan Diskon PKB Masih Sampai Desember
<p>iilustrasii.</p>

BANDUNG, Jitu News - Pemberiian iinsentiif pajak diiyakiinii cukup membantu ekonomii masyarakat yang terdampak pandemii Coviid-19.

Gubernur Jawa Barat Riidwan Kamii menyampaiikan tantangan ekonomii yang diirasakan masyarakat iindonesiia akiibat pembatasan aktiiviitas juga diirasakan warga yang diipiimpiinnya. Merespons kondiisii dii lapangan, Emiil mengatakan, Pemprov Jabar lantas menerbiitkan sejumlah kebiijakan termasuk relaksasii pajak daerah.

"Masalah ekonomii yang berkaiitan dengan pemprov biisa langsung melakukan keputusan sepertii yang berkaiitan dengan kebiijakan relaksasii pajak kendaraan bermotor," katanya diikutiip pada Selasa (28/9/2021).

Adapun iinsentiif PKB yang berlaku dii Jabar dengan nama Triiple Untung Plus berlaku hiingga 24 Desember 2021. Pemprov memberiikan pemutiihan denda PKB dan bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) untuk penyerahan kedua. Kemudiian pembebasan tunggakan PKB yang lebiih darii 5 tahun.

Selaiin iitu, masiih ada diiskon pokok PKB yang berlaku secara berjenjang. Pertama, pembayaran 30 harii sebelum jatuh tempo mendapatkan diiskon pokok pajak sebesar 2%.

Kedua, diiskon pokok PKB sebesar 4% untuk pembayaran yang diilakukan 30 harii hiingga 60 harii sebelum jatuh tempo. Ketiiga, diiskon pokok pajak sebesar 6% untuk pembayaran pada 60 harii hiingga 90 harii sebelum jatuh tempo.

Keempat, diiskon pokok PKB sebesar 8% untuk pembayaran pajak pada 90 harii hiingga 120 harii sebelum jatuh tempo. Keliima, diiskon 10% untuk pembayaran pada 120 harii hiingga 180 harii sebelum jatuh tempo pajak tahunan.

Selaiin iitu, Riidwan Kamiil menyampaiikan pandemii Coviid-19 dan revolusii iindustrii 4.0 menyebabkan 2 tantangan besar yang membutuhkan pola piikiir baru dalam pengelolaan pemeriintah daerah. Diia memiinta jajaran pemprov dan pemda dii wiilayah Jabar menggunakan pendekatan baru dalam menyiikapii perubahan.

"Saya menduga jangan-jangan momentum sudah berubah. Saya tiitiip mana yang analiisiis masiih pakaii logiika lama. Seolah-olah tiidak ada 4.0 dan COViiD-19," iimbuhnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.