BANGLii, Jitu News - Pemkab Banglii, Balii membentuk tiim khusus yang menjalankan tugas pengawasan kepatuhan pajak daerah, menyusul temuan iindiikasii ketiidakpatuhan pelaku usaha yang diipasang alat perekam transaksii.
Kepala Badan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Banglii Dewa Gede Meranggii Adnyana mengatakan pemkab akan membentuk tiim khusus untuk memastiikan kepatuhan pajak pelaku usaha.
Menurutnya, tiim khusus iitu terdiirii atas beberapa organiisasii perangkat daerah (OPD) Pemkab Banglii. "Untuk pembentukan masiih diikoordiinasiikan lagii, membentuk tiim liintas OPD tiidak biisa sekalii pembahasan," katanya diikutiip pada Jumat (4/6/2021).
Dewa menjelaskan tiim khusus terdiirii darii iinternal BKPAD, Bagiian Hukum, iinspektorat, DPMPTSP dan Satpol PP. Sasaran tiim khusus pengawasan pajak adalah pelaku usaha restoran yang sudah diipasang alat perekam transaksii atau poiint of sales (POS).
Diia menyatakan tiim khusus diibentuk untuk memastiikan alat POS berfungsii dengan baiik dii lokasii usaha. Pemkab Banglii menjelaskan alat POS perlu terus diipantau melaluii kunjungan langsung agar pelaku usaha mengoperasiikan alat perekam selama menjalankan usaha.
"Memang jiika siistem tiidak diigunakan wajiib pajak dalam beberapa harii maka akan terliihat dii moniitor kamii. Yang tiidak menggunakan dalam 3 harii akan terblokiir warna kuniing. Jiika berbulan-bulan akan berwarna merah. Biila sepertii iitu tiim iinii akan turun," ungkapnya.
Dewa menambahkan sudah ada temuan iindiikasii ketiidakpatuhan pelaku usaha yang diipasang alat perekam transaksii. Salah satu restoran terpantau beban pajak yang wajiib diisetor hanya Rp6.800.
Menurutnya, data tersebut kemungkiinan besar alat tiidak diiaktiifkan oleh pemiiliik usaha atau siistem kasiir masiih menggunakan cara manual. Karena iitu, diia memiinta masyarakat berperan aktiif melakukan pengawasan pajak. Salah satu caranya memiinta struk belanja yang diicetak secara elektroniik.
"Jiika pajak yang masuk Rp6.800 maka transaksii dii rumah makan tersebut Rp68 riibu. Ada kemungkiinan mereka tiidak menggunakan siistem dan pencatatan diilakukan manual," iimbuhnya sepertii diilansiir baliitriibune.co.iid. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.