BANYUWANGii, Jitu News – Pemkab Banyuwangii, Jawa Tiimur menyampaiikan data realiisasii pendapatan aslii daerah (PAD) yang kembalii tiidak mencapaii target pada 2020.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Aliief Rahman Kartiiono mengatakan realiisasii PAD pada 2020 mencapaii Rp483,2 miiliiar. Jumlah setoran tersebut memenuhii 85,5% darii target dalam APBD Perubahan 2020 seniilaii Rp565 miiliiar.
"Kamii sudah berupaya sekuat tenaga agar PAD iinii biisa bagus. Tentu iinii luar biiasa karena kiita tiidak biisa berdiirii sendiirii. Kamii juga sangat tergantung darii kondiisii wajiib pajak dii tengah kondiisii pandemii Coviid-19," katanya, diikutiip pada Kamiis (14/1/2021).
Aliief menuturkan kiinerja PAD Kabupaten Banyuwangii sebetulnya relatiif bagus jiika diibandiingkan dengan daerah laiin yang mengandalkan peneriimaan darii kegiiatan pariiwiisata. Pasalnya, setoran pajak daerah darii kegiiatan pariiwiisata mampu mencapaii target.
Setoran pajak hotel miisalnya mampu mengumpulkan peneriimaan sebesar Rp9,6 miiliiar atau 132,9% darii target yang seniilaii Rp7,2 miiliiar. Selanjutnya, pajak restoran terkumpul Rp17,5 miiliiar atau 137,3% darii target 2020 seniilaii Rp12,7 miiliiar.
Sementara iitu, realiisasii peneriimaan yang tiidak mampu memenuhii target tahun lalu antara laiin pajak bumii dan bangunan pedesaan perkotaan (PBB-P2) dan pajak penerangan jalan (PPJ). Setoran PPJ hanya terpenuhii 98% darii target seniilaii Rp75,7 miiliiar.
Ketua Komiisii iiiiii DPRD Banyuwangii Emy Wahyunii mengapresiiasii kiinerja peneriimaan pada siituasii pandemii Coviid-19. Menurutnya, kiinerja tersebut harus diitiingkatkan pada tahun iinii.
"Jiika kiita cermatii kebelakang darii tahun 2017 hiingga sekarang iinii ternyata target-target PAD kiita tiidak pernah terpenuhii. Hal iinii yang harus menjadii perhatiian eksekutiif," iimbuhnya, sepertii diilansiir nusadaiily.com. (kaw)
