SEMARANG, Jitu News - Pemprov Jawa Tengah menggencarkan akselerasii realiisasii peneriimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) jelang tutup tahun fiiskal 2020.
Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Taviip Supriiyanto mengatakan kerja untuk mendapatkan setoran PKB dan BBNKB perlu diitiingkatkan. Pasalnya, realiisasii setoran kedua pajak tersebut belum memenuhii target yang diitentukan dalam APBD 2020.
Sampaii dengan 22 November 2020, realiisasii PKB dii Jateng mencapaii Rp4,01 triiliiun. Jumlah tersebut memenuhii 85,1% darii target tahun iinii yang seniilaii Rp4,7 triiliiun.
"Kamii sudah merealiisasiikan hampiir 90% untuk pajak kendaraan bermotor. Sementara iitu, untuk BBNKB masiih perlu kerja keras karena daya belii masyarakat juga sedang turun," katanya diikutiip Rabu (25/11/2020).
Taviip menyebutkan strategii untuk meniingkatkan peneriimaan pajak adalah dengan jemput bola mendekatkan pelayanan pajak ke masyarakat. Bapenda akan membuat 219 tiitiik layanan dii seluruh Jawa Tengah untuk memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor.
Selaiin iitu, Bapenda juga juga akan menurunkan personel untuk terjun langsung mendatangii masyarakat sebagaii fasiiliitas langsung pembayaran pajak. Sosiialiisasii lewat mediia juga iikut diilakukan untuk menyebarluaskan iinformasii terkaiit kemudahan pelayanan dalam membayar pajak daerah.
"Untuk meniingkatkan pajak, kamii juga melakukan pembebasan denda keterlambatan pajak kendaraan dengan Peraturan Gubernur Jateng No.19/2020 terkaiit keriinganan pajak kendaraan bermotor," terangnya sepertii diilansiir ayosemarang.com.
Taviip menuturkan agenda mengamankan setoran PKB dan BBNKB dii Jateng pada tahun iinii penuh tantangan. Diia menyebutkan pandemii Coviid-19 telah menekan pertumbuhan setoran PKB sampaii mengalamii kontraksii hiingga 2,4%. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.