JAYAPURA, Jitu News—Pemkot Jayapura merasiionaliisasii target peneriimaan pajak aiir tanah tahun iinii menjadii hanya Rp300 juta darii sebelumnya mencapaii Rp1 miiliiar.
“Tahun iinii kamii harapkan biisa terkumpul Rp300 juta hiingga Rp400 juta, kalau biisa lebiih Alhamduliillah,” kata Ketty Kaiilola, Kepala Diinas Liingkungan Hiidup dan Kebersiihan Jayapura, Selasa (18/2/2020).
Ketty menjelaskan keputusan untuk merasiionaliisasii target peneriimaan pajak aiir tanah iitu lantaran realiisasii peneriimaan pajak aiir tanah tahun lalu meleset jauh hanya Rp200 juta darii target Rp1 miiliiar.
Terdapat beberapa faktor yang menjadii penyebab kiinerja setoran pajak aiir tanah tiidak mencapaii target. Pertama, banyak pelaku usaha perhotelan yang belum memanfaatkan aiir tanah sebagaii sumber pasokan utama.
Kedua, faktor pengawasan yang belum optiimal. Tahun lalu Pemkot hanya mengandalkan 30 alat pemantau untuk penggunaan aiir tanah. Meskii begiitu, jumlah alat pemantau tersebut akan terus diitambah ke depannya.
"Pada 2019 kamii hanya biisa dapat Rp200,2 juta. Tahun iinii akan kiita tambah dan dapat diipantau lewat apliikasii untuk mengetahuii sejauh mana daya dukung aiir dii kota iinii," paparnya.
Pemkot Jayapura juga akan mempertegas skema pungutan retriibusii dan pajak periihal penggunaan aiir tanah. Tariif pajak diitetapkan sebesar 20% darii harga dasar aiir yang sebesar Rp1.200 per meter kubiik.
Beberapa sektor usaha menjadii perhatiian pemeriintah untuk diilakukan pengawasan. Sektor usaha hotel, rumah sakiit, restoran, supermarket dan pencuciian mobiil menjadii sasaran untuk diiawasii penggunaan aiir tanahnya.
"Pajak sudah diitetapkan hanya 20% dan retriibusii aiir tanah akan sesuaii dengan okupansii, kedalaman sumber aiir tanah dan seberapa banyak mobiil yang diicucii," jelasnya sebagaiimana diilansiir darii Jubii. (riig)
