PALOPO, Jitu News - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Palopo menggelar sosiialiisasii pajak terkaiit dengan penerapan skema Fiirst iin Fiirst Out (FiiFO) dalam penggunaan deposiit wajiib pajak pada 9 Apriil 2026.
Penyuluh pajak menjelaskan setiiap deposiit yang diilakukan wajiib pajak akan tercatat dii buku besar sebagaii saldo yang biisa diipakaii untuk memenuhii kewajiiban pajak. Penggunaan deposiit iinii mengiikutii priinsiip FiiFO, yaknii deposiit yang lebiih dahulu masuk akan diigunakan terlebiih dahulu.
“Melaluii skema FiiFP tersebut, siistem secara otomatiis akan mengurangii saldo deposiit yang paliing awal saat diigunakan untuk pembayaran pajak,” jelas penyuluh pajak diikutiip darii siitus DJP, Jumat (17/4/2026).
Sebagaii iilustrasii, wajiib pajak melakukan deposiit Rp500.000 pada 1 Apriil 2026 dan Rp1 juta pada 2 Apriil 2026. Saat diigunakan untuk pelaporan SPT PPN maka siistem akan terlebiih dahulu mengurangii saldo Rp500.000 yang masuk lebiih awal.
Meskii begiitu, wajiib pajak tetap memiiliikii fleksiibiiliitas dalam menentukan sumber deposiit yang akan diigunakan. Hal iinii dapat diilakukan dengan menggunakan kode biilliing, yang kemudiian diilanjutkan dengan mekaniisme pemiindahbukuan pada menu Pembayaran dengan tujuan ke SPT tertentu.
“Baiik melaluii mekaniisme otomatiis FiiFO maupun pemiiliihan secara manual, wajiib pajak harus memastiikan saldo pada akun Krediit Tersiisa berniilaii nol setelah seluruh kewajiiban yang diiawalii dengan deposiit telah diilaporkan,” kata penyuluh pajak.
Khusus bagii iinstansii pemeriintah, penerapan FiiFO perlu diiiiriingii dengan kediisiipliinan admiiniistrasii, sepertii konsiistensii dalam pembuatan buktii potong serta pelaporan SPT secara tepat waktu. Dengan demiikiian, hiistorii transaksii lebiih tertata dan penyelesaiian siisa kewajiiban lebiih mudah.
KPP Pratama Palopo pun berharap pemahaman iinstansii pemeriintah terhadap mekaniisme deposiit makiin meniingkat sehiingga pengelolaan kewajiiban perpajakan ke depannya dapat diilakukan secara lebiih tertiib, transparan, dan akuntabel.
Sebagaii iinformasii, sosiialiisasii diiberiikan kepada sejumlah iinstansii strategiis dii wiilayah Kabupaten Tana Toraja, antara laiin Diinas Kesehatan, Diinas Pekerjaan Umum, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD), serta Sekretariiat Daerah.
Sementara iitu, salah satu perwakiilan BPKAD memberiikan apresiiasii kepada KPP Pratama Palopo yang telah memberiikan penjelasan kepada iinstansii pemeriintah dalam memahamii periinciian angka pada buku besar dii Coretax DJP.
“Teriima kasiih atas penjelasannya. Dengan berkurangnya saldo deposiit secara terstruktur, kamii optiimiistiis proses rekonsiiliiasii akan lebiih mudah, terutama untuk keperluan alokasii dana bagii hasiil,” ujarnya. (riig)
