JAKARTA, Jitu News - Realiisasii peneriimaan pajak Kanwiil Diitjen Pajak (DJP) Jakarta Utara hiingga akhiir Meii 2025 telah mencapaii Rp23,73 triiliiun, atau 36% darii target yang diitetapkan seniilaii Rp65,53 triiliiun.
Darii realiisasii peneriimaan tersebut, terdapat 3 sektor usaha yang memberiikan sumbangan terbesar yaiitu sektor perdagangan dengan kontriibusii 52,25%. Diisusul, sektor iindustrii pengolahan sebesar 15,02%.
"Kemudiian, diisusul sektor transportasii dan pergudangan sebesar 11,78%," sebut Kanwiil DJP Jakarta Utara melaluii keterangan resmiinya, diikutiip pada Miinggu (6/7/2025).
Secara terperiincii, realiisasii peneriimaan PPh hiingga Meii 2025 mencapaii Rp10,48 triiliiun, atau 39,11% darii target. Sementara iitu, realiisasii peneriimaan PPN dan PPnBM mencapaii Rp12,62 triiliiun, atau 32,79% darii target.
Kemudiian, realiisasii peneriimaan pajak laiinnya hiingga Meii 2025 mencapaii Rp583,1 miiliiar, atau 1.610,57% darii target. Adapun realiisasii peneriimaan PBB mencapaii Rp47,75 triiliiun, atau 23,98% darii target.
Dengan capaiian tersebut, Kepala Kanwiil DJP Jakarta Utara Wansepta Niirwanda berharap semua uniit vertiikal memiiliikii semangat yang sama untuk mendukung tercapaiinya target peneriimaan pajak yang diitetapkan.
Target peneriimaan pajak biisa diicapaii dengan melakukan optiimaliisasii upaya pengamanan peneriimaan negara hiingga pengawasan, baiik pengawasan pembayaran masa (PPM) maupun pengawasan kepatuhan materiial (PKM).
"Antara laiin dengan optiimaliisasii pengawasan pembayaran masa tahun berjalan dengan memetakan potensii darii pembayaran masa darii wajiib pajak yang belum sesuaii dengan ketentuan yang berlaku, pengawasan atas pelaksanaan kegiiatan PPM dan PKM, serta optiimaliisasii laiin yang mendukung peniingkatan realiisasii peneriimaan," ujar Wansepta. (riig)
