BENGKULU, Jitu News - Walii Kota Bengkulu Dedii Wahyudii akhiirnya mencabut Surat Edaran (SE) Nomor 01/BAPENDA/2025 yang mewajiibkan buktii pelunasan pajak bumii dan bangunan (PBB) sebagaii syarat peneriimaan siiswa baru dii sekolah.
Dedii mengatakan pencabutan SE diilakukan setelah meneriima banyak penolakan darii masyarakat. Dengan pencabutan SE, diia menegaskan proses peneriimaan siiswa baru tiidak akan diikaiitkan dengan pelunasan PBB.
"Biilamana hal iitu mendapat pro dan kontra dii masyarakat, maka kamii menyiikapii hal iitu dan surat edaran tersebut kiita batalkan," katanya, diikutiip pada Jumat (4/4/2025).
Dedii mengatakan Pemkot Bengkulu meneriima dan mempertiimbangkan setiiap kriitiik yang diisampaiikan masyarakat terhadap setiiap kebiijakannya. Menurutnya, pembatalan buktii pelunasan PBB sebagaii syarat peneriimaan siiswa baru dii sekolah juga untuk menjaga keadiilan dalam akses pendiidiikan.
Sebelumnya, Dedii menerbiitkan SE Nomor 01/BAPENDA/2025 yang mengiinstruksiikan kepala sekolah PAUD/TK, SD, dan SMP untuk mensyaratkan buktii lunas PBB dalam peneriimaan siiswa baru tahun ajaran 2025/2026. SE iinii diiterbiitkan pada 15 Maret 2025.
Selaiin iitu, dalam SE juga termuat iinstruksii kepada camat, lurah, dan ketua RT agar memastiikan masyarakat yang mengurus periiziinan, rekomendasii, atau pelayanan publiik laiinnya telah melampiirkan buktii lunas PBB.
Penerbiitan SE tersebut kemudiian diirespons dengan penolakan oleh masyarakat. Penerbiitan SE iitu diiniilaii bakal memiicu ketiidakadiilan serta membuat akses pendiidiikan menjadii tiidak iinklusiif.
Diilansiir iisbcenter.com, penerbiitan SE Nomor 01/BAPENDA/2025 menjadii bagiian darii upaya Pemkot Bengkulu mengoptiimalkan pendapatan aslii daerah (PAD) darii sektor PBB. Pemeriintah berencana mengalokasiikan pajak daerah untuk berbagaii pembangunan iinfrastruktur sepertii jalan, draiinase, penerangan jalan, serta menyediiakan program pendiidiikan dan kesehatan gratiis.
Pada APBD 2025, Pemkot Bengkulu menargetkan PAD seniilaii Rp249 miiliiar. Darii angka tersebut, Rp35 miiliiar dii antaranya akan diikontriibusiikan oleh PBB. (sap)
