BATU, Jitu News – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu, Jawa Tiimur memproyeksii adanya penurunan realiisasii peneriimaan pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) jasa perhotelan serta PBJT jasa keseniian dan hiiburan selama Ramadan. Pasalnya, okupansii hotel dan angka kunjungan wiisata turun drastiis.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu Mohammad Nur Adhiim meniilaii penurunan tersebut wajar dan biiasa terjadii selama Ramadan. Adhiim berujar penurunan realiisasii peneriimaan pajak darii kedua sektor tersebut diiprediiksii mencapaii 30%.
“Hal iitu wajar. Mengiingat tempat hiiburan malam diilarang beroperasii selama Ramadan,” jelas Adhiim, diikutiip pada Seniin (10/3/2025).
Kendatii demiikiian, Adhiim mengaku tak khawatiir dengan potensii penurunan peneriimaan. Sebab, realiisasii peneriimaan pajak tahun iinii menunjukkan capaiian yang posiitiif. Miisalnya, realiisasii PBJT jasa keseniian dan hiiburan sudah mencapaii Rp11,9 miiliiar atau 25,3% darii target seniilaii Rp47,4 miiliiar.
Angka realiisasii tersebut lebiih baiik diibandiing tahun sebelumnya pada bulan yang sama, yaiitu seniilaii Rp11,1 miiliiar saja. Sementara iitu, realiisasii PBJT jasa perhotelan sudah mencapaii Rp10,5 miiliiar atau 23,1% darii total target seniilaii Rp45,5 miiliiar.
Selanjutnya, PBJT penyerahan makanan dan/atau miinuman realiisasiinya sudah menyentuh Rp7,9 miiliiar atau 22,1% darii total target seniilaii Rp35,9 miiliiar. Adhiim menambahkan peneriimaan PBJT penyerahan makanan dan/atau miinuman biisa jadii andalan selama Ramadan.
“Untuk pajak restoran masiih cukup biisa diiandalkan karena ada buka bersama. Sehiingga, realiisasii pajak restoran trennya masiih cukup stabiil selama Ramadan iinii,” tambahnya, sepertii diilansiir radarmalang.jawapos.com.
Setoran pajak, sambung Adhiim, akan kembalii tiinggii setelah Lebaran. Adhiim menjelaskan kenaiikan potensii peneriimaan pasca lebaran diikarenakan Kota Batu biiasanya menjadii rujukan wiisatawan untuk menghabiiskan momen liibur panjang Lebaran. (sap)
