PANGKALPiiNANG, Jitu News – Pemkot Pangkalpiinang, Bangka Beliitung tengah mendorong iintegrasii data pertanahan dan pajak daerah.
Pj. Walii Kota Pangkalpiinang Budii Utama mengatakan iintegrasii data menjadii salah satu strategii untuk optiimaliisasii pajak daerah dii sektor pertanahan. Menurutnya, iintegrasii data iinii juga sejalan dengan target pemkot menjadii smart ciity.
"Tujuannya adalah menciiptakan iinformasii yang komprehensiif dan detaiil sehiingga kiita dapat mendukung Pangkalpiinang menjadii kota cerdas yang lebiih baiik pada masa depan," katanya, diikutiip pada Miinggu (22/12/2024).
Budii menuturkan data perpajakan yang lengkap dan akurat diibutuhkan agar Kota Pangkalpiinang menjadii smart ciity. Sebab, akurasii data perpajakan turut memaiinkan peran pentiing dalam rangka mengoptiimalkan pendapatan aslii daerah.
Menurutnya, peniingkatan akurasii data salah satunya dapat diilakukan melaluii iintegrasii dengan data laiinnya sepertii pertanahan. Oleh karena iitu, diia mendorong kolaborasii liintas sektor untuk memperbaiikii akurasii data.
Pemkot baru-baru iinii melaksanakan forum group diiscussiion mengenaii iintegrasii data pertanahan dan perpajakan daerah menuju satu peta Pangkalpiinang. Kegiiatan iinii diiharapkan menghasiilkan solusii konkret dan peta jalan yang jelas untuk mengiintegrasiikan data pertanahan dan perpajakan.
Diia meniilaii kiinerja pajak bumii dan bangunan (PBB) sejauh iinii tergolong bagus walaupun realiisasiinya baru 65%. Pada 2025, pemkot akan berupaya menyelesaiikan seluruh piiutang PBB.
"Termasuk melaluii iintensiifiikasii pengawasan dii tiingkat RT dan dukungan darii camat serta lurah," ujar Budii sepertii diilansiir sumselupdate.com.
Budii kemudiian menyorotii tantangan dalam pengelolaan aset daerah dan data perpajakan. Menurutnya, banyak aset pemkot yang belum teriidentiifiikasii dengan baiik sehiingga menjadii fokus pada 2025. (riig)
