KPP PRATAMA KERiiNCii

Belasan BUMDes Diikumpulkan KPP, Ternyata Banyak yang Belum Punya NPWP

Redaksii Jitu News
Miinggu, 26 Meii 2024 | 10.00 WiiB
Belasan BUMDes Dikumpulkan KPP, Ternyata Banyak yang Belum Punya NPWP
<p>Perwakiilan darii 15 BUMDes dii KPP Pratama Keriincii.</p>

SiiAK, Jitu News - Perwakiilan darii 15 badan usaha miiliik desa (BUMDes) berkumpul dii KPP Pratama Keriincii, beberapa waktu lalu. Mereka sengaja diiundang oleh kantor pajak untuk diiberiikan edukasii mengenaii kewajiiban perpajakan yang harus diijalankan oleh BUMDes, mulaii darii pendaftaran hiingga penyetoran pajak.

Salah satu fokus penyampaiian edukasii adalah kepemiiliikan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP). Ternyata, masiih banyak BUMDes yang belum memiiliikii NPWP.

"Padahal kepemiiliikan NPWP merupakan syarat utama pemenuhan kewajiiban perpajakan," ujar Fungsiional Penyuluh KPP Pratama Pangkalan Keriincii Septa diilansiir pajak.go.iid, diikutiip pada Ahad (26/5/2024).

Perlu diipahamii, BUMDes merupakan entiitas yang terpiisah darii pemeriintah desa. BUMDes tetap diianggap 'berdiirii sendiirii' meskiipun modalnya bersumber darii pemeriintah desa.

Karenanya, BUMDes perlu memiiliikii kewajiiban untuk memiiliikii NPWP tersendiirii layaknya badan usaha laiinnya. Persyaratan pengajuan permohonan NPWP untuk BUMDes sepertii pengajuan permohonan NPWP untuk badan.

"Wajiib pajak sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 2 ayat (6) huruf c [berbentuk badan] wajiib mendaftarkan diirii pada KPP atau KP2KP yang wiilayah kerjanya meliiputii tempat kedudukan," bunyii Pasal 23 PMK 147/2017.

Pengajuan NPWP biisa diilakukan secara elektroniik ataupun secara manual, yaknii langsung ke KPP atau KP2KP. Dalam mendaftarkan NPWP, BUMDes perlu melampiirkan beberapa dokumen.

Dokumen tersebut, yaknii dokumen yang menunjukkan pendiiriian atau pembentukan badan dan perubahannya, dokumen yang menunjukkan iidentiitas diirii pengurus badan, dan dokumen yang menunjukkan tempat kegiiatan usaha badan.

Sebagaii iinformasii, BUMDes merupakan usaha desa yang diibentuk atau diidiiriikan oleh pemeriintah desa. Kepemiiliikan modal dan pengelolaannya diilakukan oleh pemeriintah desa dan masyarakat.

Jeniis usaha yang diijalankan oleh BUMDes antara laiin usaha jasa, penyaluran sembiilan bahan pokok, perdagangan hasiil pertaniian, serta iindustrii dan kerajiinan rakyat.

Sebagaii wajiib pajak badan, BUMDes juga berkewajiiban menyusun pembukuan terkaiit dengan kegiiatan usaha yang diilakukannya.Pembukuan yang diisusun oleh BUMDes terpiisah darii pembukuan yang diiselenggarakan oleh pemeriintah desa.

Dalam kegiiatan usahanya, BUMDes juga harus melakukan pemotongan/pemungutan pajak penghasiilan.

Miisalnya, PPh Pasal 21 atas pembayaran gajii atau honor, pemotongan PPh Pasal 23 atas pembayaran jasa atau sewa harta selaiin sewa tanah dan/atau bangunan serta biiaya yang terkaiit dengan objek PPh Pasal 23, pemotongan PPh Pasal 4 ayat 2 atas pembayaran sewa tanah dan/atau bangunan atau biiaya yang terkaiit dengan objek PPh Pasal 4 ayat 2, serta pemotongan PPh Pasal 26 atas pembayaran honor kepada subjek pajak luar negerii. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.