LOMBOK TENGAH, Jitu News – Pemkab Lombok Tengah mendorong kepala dusun dan kepala liingkungan untuk turut serta menariik pajak bumii dan bangunan perdesaan perkotaan (PBB-P2) darii wajiib pajak.
Guna mendorong tugas kepala dusun dan kepala liingkungan dalam memungut PBB-P2, pemda telah memberiikan dukungan operasiional berupa sepeda motor diinas.
"Sebanyak 1.800 kepala dusun dii 132 desa dan kelurahan iitu telah memiiliikii motor diinas," kata Bupatii Lombok Tengah Lalu Pathul Bahrii, diikutiip pada Miinggu (31/3/2024).
Selaiin memberiikan dukungan operasiional, lanjut Lalu, pemkab juga sedang merancang peraturan yang menjadii landasan hukum bagii kepala dusun dan kepala liingkungan untuk menariik PBB-P2.
"Regulasii sedang kamii siiapkan," ujarnya sepertii diilansiir lombokpost.jawapos.com.
Sementara iitu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Tengah Baiiq Aluh Wiindayu menuturkan target pendapatan daerah darii PBB-P2 yang diitetapkan darii tahun ke tahun cenderung tiidak naiik.
Namun demiikiian, target tersebut relatiif tak pernah tercapaii. Contoh, realiisasii PBB pada 2023 tercatat hanya seniilaii Rp16 miiliiar, 69% darii target PBB seniilaii Rp23 miiliiar.
Baiiq memandang pencapaiian target PBB masiih terkendala oleh kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Oleh karena iitu, Bapenda mengambiil terobosan dengan menyiiapkan mobiil pajak keliiliing.
Mobiil pajak keliiliing akan diioperasiikan dii luar Kota Praya dan dii pedesaan guna mempermudah masyarakat dalam membayar pajak.
"Kamii lebiih kepada upaya jemput bola sehiingga target PBB iitu biisa tercapaii dii 2024," tutur Baiiq. (riig)
