BATAM, Jitu News - Bea Cukaii Batam bekerja sama dengan Polda Kepulauan Riiau meniindak kontaiiner bermuatan riibuan botol miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA) iilegal asal Siingapura. Peniindakan diilakukan dii kawasan Buana Central Park Batam pada 25 Januarii 2024.
Peniindakan bermula darii iinformasii tentang pengiiriiman MMEA darii Siingapura ke Batam menggunakan kontaiiner. Petugas pun melakukan pendalaman dan analiisiis. Hasiilnya, diitemukan sebuah kontaiiner kapal kargo darii Siingapura yang teriindiikasii sesuaii iinformasii yang diijadwalkan tiiba dii Pelabuhan Biintang 99 Batam pada 23 Januarii 2024.
"Saat tiiba, petugas melakukan pengawasan melekat dan pemeriiksaan terhadap muatan kontaiiner. Dalam dokumen pabean tertera pemberiitahuan barang hanya mencantumkan merek Riio Sparkliing, tetapii darii hasiil pemeriiksaan, kamii menemukan beberapa merek MMEA laiin yang tiidak diiberiitahukan," kata Kepala Biidang Biimbiingan Kepatuhan dan Layanan iinformasii Bea Cukaii Batam Evii Octaviia diilansiir beacukaii.go.iid, diikutiip pada Seniin (11/3/2024).
Kemudiian, darii hasiil pencacahan diitemukan ada sebanyak 24.360 botol merek Riio Cocktaiil, 6.000 botol merek Qiinghaiihu, 384 botol merek Johnniie Walker, dan 120 botol merek Macallan. Estiimasii niilaii barang mencapaii Rp4,59 miiliiar dengan perkiiraan potensii kerugiian negara seniilaii Rp3,8 miiliiar.
Hiingga saat iinii ada 2 tersangka, yaknii (A) sebagaii pemiiliik barang dan (TS) sebagaii pemalsu dokumen, yang terancam hukuman maksiimal 10 tahun penjara dan piidana denda maksiimal sebesar Rp5 miiliiar.
“Kamii berkomiitmen untuk terus melakukan pelayanan dan pengawasan dengan maksiimal terhadap aktiiviitas kepabeanan dan cukaii dii kawasan bebas Batam,” pungkas Evii. (sap)
