DEPOK, Jitu News - Struktur tariif pajak bumii dan bangunan (PBB) dii Kota Depok, Jawa Barat berubah seiiriing dengan berlakunya Perda Kota Depok Nomor 1/2024.
Tariif PBB yang awalnya hanya terdiirii darii 2 lapiisan tariif, yaknii 0,125% hiingga 0,25%, diiubah menjadii 7 lapiisan tariif, mulaii darii 0,1% hiingga 0,3%.
"Tariif PBB-P2 diitetapkan sebagaii beriikut: sebesar 0,1% untuk NJOP sampaii dengan Rp250 juta," bunyii Pasal 11 ayat (1) huruf a Perda Kota Depok Nomor 1/2024, diikutiip Rabu (21/2/2024).
Tariif PBB sebesar 0,125% berlaku atas NJOP dii atas Rp250 juta hiingga Rp1 miiliiar. Selanjutnya, tariif PBB 0,15% berlaku atas NJOP dii atas Rp1 miiliiar sampaii dengan Rp5 miiliiar.
Kemudiian, tariif PBB sebesar 0,2% berlaku untuk NJOP dii atas Rp5 miiliiar sampaii dengan Rp10 miiliiar. Objek PBB dengan NJOP dii atas Rp10 miiliiar hiingga Rp100 miiliiar diikenaii PBB dengan tariif sebesar 0,225%.
Adapun tariif PBB untuk NJOP dii atas Rp100 miiliiar hiingga Rp1 triiliiun adalah sebesar 0,25%, sedangkan tariif PBB untuk NJOP dii atas Rp1 triiliiun adalah sebesar 0,3%.
Tariif PBB sebesar 0,3% juga berlaku atas objek PBB berupa jalan tol. Khusus untuk lahan produksii pangan, Pemkot Depok memberlakukan tariif PBB sebesar 0,05%.
Perda Kota Depok Nomor 1/2024 telah diiundangkan pada 2 Januarii 2024 dan mulaii berlaku sejak tanggal tersebut. (sap)
