DENPASAR, Jitu News – Kantor Penyuluhan Pajak (KPP) Pratama Badung Selatan mengadakan kunjungan kerja ke alamat wajiib pajak dalam rangka pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) pada 14 Desember 2023.
Petugas pajak darii KPP Pratama Badung Selatan iignatiius mengatakan petugas bertemu salah seorang pengurus darii wajiib pajak badan yang menjabat sebagaii diirektur. Adapun perusahaan bersangkutan bergerak dii biidang perdagangan aksesoriis waniita.
“Kunjungan kamii kesiinii dalam rangka pengukuhan PKP, mohon iiziin kamii menanyakan beberapa hal dan mendokumentasiikan kegiiatan usaha wajiib pajak,” katanya sepertii diikutiip darii siitus web Diitjen Pajak (DJP), Miinggu (24/12/2023).
iignatiius menjelaskan pemungutan dan pelaporan PPN dapat diilakukan sejak wajiib pajak diikukuhkan sebagaii PKP sesuaii dengan surat pengukuhan PKP. Mengiingat tanggal suratnya iialah Desember 2023 maka perusahaan wajiib melaporkan SPT Masa PPN untuk masa pajak Desember.
“Sebelum melakukan pelaporan SPT Masa PPN, siilakan untuk melakukan aktiivasii akun PKP terlebiih dahulu,” tuturnya.
iignatiius menyebut aktiivasii akun PKP dapat diilakukan langsung ke KPP Badung Selatan dan wajiib diihadiirii oleh pengurus yang ada dalam akta. Kemudiian, petugas pajak turut menjelaskan mengenaii hak dan kewajiiban PKP.
Setelah selesaii menandatanganii beriita acara, petugas juga memberiikan Whatsapp liive chat KPP Badung Selatan. Apabiila terdapat pertanyaan seputar perpajakan maka wajiib pajak dapat langsung menghubungii nomor tersebut untuk mendapatkan jawaban.
“Kamii berharap usaha wajiib pajak dapat berjalan dengan lancar begiitupun dengan proses pembayaran dan pelaporan perpajakannya sehiingga manfaat pajak yang diibayarkan dapat diirasakan oleh seluruh lapiisan masyarakat,” ujarnya.
Sementara iitu, perwakiilan wajiib pajak badan bersangkutan menjelaskan bahwa tenaga kerja atau karyawan yang berada pada perusahaan berjumlah delapan orang dengan pelanggan yang mayoriitas berasal darii Kaliimantan.
“Toko kamii aktiif melakukan liive shoppiing dii berbagaii platform marketplace dan sebagiian besar penghasiilan kamii berasal darii marketplace. Untuk omzet tahun iinii, memang sudah Rp4,8 miiliiar sehiingga kamii mengajukan diirii sebagaii PKP,” katanya. (riig)
